The Mindset of a Resilient Child

Resilient children possess certain qualities and/or ways of viewing themselves and the world that are not apparent in youngsters who have not been successful in meeting challenges and pressures. Resilient youngsters are able to translate this view, or mindset, into effective action. Resilient children are also hopeful and possess high self-worth. What contributes to this sense of hopefulness and self-worth?

Resilient youngsters feel special and appreciated. They have learned to set realistic goals and expectations for themselves. They have developed the ability to solve problems and make decisions and thus are more likely to view mistakes, hardships, and obstacles as challenges to confront rather than as stressors to avoid.

Read moreThe Mindset of a Resilient Child

Pengertian Resiliensi

ResiliensiDaya lentur (resilience) merupakan istilah yang relatif baru dalam khasanah psikologi, terutama psikologi perkembangan. Paradigma resiliensi didasari oleh pandangan kontemporer yang muncul dari lapangan psikiatri, psikologi, dan sosiologi tentang bagaimana anak, remaja, dan orang dewasa sembuh dari kondisi stres, trauma dan resiko dalam kehidupan mereka (Desmita, 2006: 228). Selanjutnya berpendapat bahwa:

Resiliensi adalah kemampuan atau kapasias insani yang dimiliki seseorang, kelompok atau masyarakat yang memungkinkan untuk menghadapi, mencegah, meminimalkan dan bahkan menghilangkan dampak-dampak yang merugikan dari kondisi-kondisi yang tidak menyenangkan,

Read morePengertian Resiliensi

Faktor-Faktor Resiliensi

Faktor ResiliensiBerdasarkan Grotberg (1995: 15) ada tiga kemampuan atau tiga faktor resiliensi yang membentuk resiliensi. Untuk dukungan eksternal dan sumber-sumbernya, digunakan istilah ‘I Have’. Untuk kekuatan individu, dalam diri pribadi digunakan istilah ‘I Am’, sedangkan untuk kemampuan interpersonal digunakan istilah’I Can’.

  1. I Have

Faktor I Have merupakan dukungan eksternal dan sumber dalam meningkatkan daya lentur. Sebelum anak menyadari akan siapa dirinya (I Am) atau apa yang bisa dia lakukan (I Can), anak membutuhkan dukungan eksternal dan sumberdaya untuk mengembangkan perasaan keselamatan dan keamanan yang meletakkan fondasi, yaitu inti untuk mengembangkan resilience.

Read moreFaktor-Faktor Resiliensi