Secerdas Apa Anak Anda?

kecerdasan-anakJika diberikan pilihan, ingin anak pintar atau cerdas, apa pilihan Anda? Praktisi pendidikan yang juga Ketua harian Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO, Prof DR H Arief Rachman, MPd menjelaskan arti cerdas sebagai kemampuan menjelaskan sesuatu yang rumit secara sederhana kepada orang lain.

Anak memiliki potensi kecerdasan yang dapat dipupuk orangtuanya dan juga guru di sekolah. Seperti dijelaskan Prof Arief dalam talkshow bertema “Cerdas Saja Tidak Cukup! Bekali Anak dengan Life Skill” disampaikan dalam konferensi parenting di Jakarta beberapa waktu lalu.  

Read moreSecerdas Apa Anak Anda?

Perkembangan Fisik Anak Usia Dini

Perkembangan Fisik Anak Usia DiniPerkembangan Fisik Anak Usia Dini

Sebagai seorang anak dewasa, orang tua menantikan tonggak penting seperti belajar bagaimana untuk berguling dan merangkak. Masing-masing merupakan bagian dari proses perkembangan fisik. Proses pematangan terjadi secara teratur, yaitu kemampuan keterampilan tertentu dan umumnya terjadi sebelum mencapai tonggak lainnya.

Sebagai contoh, kebanyakan bayi belajar merangkak sebelum mereka belajar berjalan. Namun, juga penting untuk menyadari bahwa tingkat di mana tonggak ini dicapai dapat bervariasi. Beberapa anak belajar berjalan lebih cepat dari teman sebaya mereka yang sama-usia, sementara yang lain mungkin diperlukan waktu sedikit lebih lama.

Read morePerkembangan Fisik Anak Usia Dini

Karakteristik Anak-Anak

Pola asuh anak dalam keluarga sangat berpengaruh dalam segala aspek perkembangan anak termasuk dalam beberapa kecerdasan anak, beberapa acuan sederhana kecakapan intrapersonal yang dapat digunakan untuk mengukur kesiapan anak memasuki sekolah dasar menurut Tembong (2006):

  1. Anak sudah mampu mengurus diri sendiri, antara lain dalam hal buang air kecil dan buang air besar.
  2. Anak sudah mampu melaksanakan aktivitas-aktivitas tertentu dengan inisiatifnya sendiri, misalnya bangun, mandi, dan makan tanpa harus disuruh-suruh atau di kejar-kejar untuk melaksanakan urutan tugas-tugas tersebut agar tidak terlambat sekolah.
  3. Anak sudah memiliki inisiatif sendiri untuk belajar dan segera       mengerjakan dan menyelesaikan tugas-tugas tersebut.
  4. Anak sudah memiliki kesadaran bahwa untuk dapat memahami dan mendalami suatu ilmu atau kecakapan, harus belajar dengan benar.
  5. Anak sudah mampu mengelola dan mengendalikan serta mengelola emosinya secara tepat guna (appropriate) dan konstruktif, bukan secara destruktif (mengamuk, membanting, memukul, berguling-guling dan sebagainya).

    Read moreKarakteristik Anak-Anak