Resilience and Positive Emotions

ResilienceIn keeping with the concept of resilience as the capacity to bounce back from stressful experiences, three studies using college students (Tugade and Fredrickson, 2004) provide empirical evidence for this theory.

They demonstrate the use of positive emotions to rebound from stress and to find positive meaning in stressful encounters. In the adult literature it has been demonstrated that positive emotions help to buffer against stress and that the use of positive reappraisal, problem-focused coping and the infusion of events with positive meaning are related to the occurrence and maintenance of positive affect (Folkman and Moskowitz, 2000); this predicts increases in psychological health and well-being (Affleck and Tennen, 1996).

Read moreResilience and Positive Emotions

Faktor-Faktor Resiliensi

Faktor ResiliensiBerdasarkan Grotberg (1995: 15) ada tiga kemampuan atau tiga faktor resiliensi yang membentuk resiliensi. Untuk dukungan eksternal dan sumber-sumbernya, digunakan istilah ‘I Have’. Untuk kekuatan individu, dalam diri pribadi digunakan istilah ‘I Am’, sedangkan untuk kemampuan interpersonal digunakan istilah’I Can’.

  1. I Have

Faktor I Have merupakan dukungan eksternal dan sumber dalam meningkatkan daya lentur. Sebelum anak menyadari akan siapa dirinya (I Am) atau apa yang bisa dia lakukan (I Can), anak membutuhkan dukungan eksternal dan sumberdaya untuk mengembangkan perasaan keselamatan dan keamanan yang meletakkan fondasi, yaitu inti untuk mengembangkan resilience.

Read moreFaktor-Faktor Resiliensi