Contoh Proposal Kegiatan

Contoh Proposal Kegiatan – Proposal adalah rencana kegiatan yang dituliskan dalam bentuk rancangan kerja yang akan dilaksanakan. Rencana tersebut harus dituliskan agar pihak yang berkepentingan dapat memahami dengan baik. Pihak yang berkepentingan tersebut, antara lain pemberi izin dan penyumbang dana, seperti kepala sekolah, orang tua, sponsor, polisi, lurah, atau kepala desa.

Contoh Proposal Kegiatan

Pada bab ini, akan diuraikan bagaimana cara menulis proposal dan surat-menyurat yang terkait dengan salah satu proposal kegiatan di masyarakat, yaitu ” Halal Bihalal “

Cara Menulis Proposal

Secara umum, hal yang ditulis dalam proposal suatu kegiatan adalah latar belakang, tujuan, kegiatan, waktu dan tempat, pelaksana, dan rencana anggaran kegiatan. Proposal acara kegiatan ini sedikit lebih sederhanan dari Contoh Proposal Penelitian. Perhatikan penjelasan dan contoh proposal kegiatan “Halal Bihalal” berikut ini!

Sistematika Penulisan Proposal

1. Judul Proposal

Judul proposal kegiatan ini merupakan judul kegiatan, misalnya “PROPOSAL HALAL BIHALAL 1417H DESA TLANGU”

2. Latar Belakang

Latar belakang proposal ini berisi dasar atau alasan suatu kegiatan perlu dilakukan.

3. Tujuan

Tujuan proposal adalah hasil yang diharapkan dari kegiatan yang diadakan

4. Kegiatan

Kegiatan proposal ini berisi kegiatan pokok yang akan dilaksanakan, biasanya dilampiri dengan jadwal kegiatan secara lengkap.

5.  Anggaran

Anggaran proposal untuk kegiatan ini harus dilampirkan secara rinci dan detail.

Contoh Proposal Kegiatan Halal Bihalal

I. Latar Belakang

Manusia adalah mahluk sosial yang selalu membutuhkan perhatian, teman dan kasih sayang dari sesamanya. Setiap diri terikat dengan berbagai bentuk ikatan dan hubungan, diantaranya hubungan emosional, sosial, ekonomi dan hubungan kemanusiaan lainnya. Maka demi mencapai kebutuhan tersebut adalah fitrah untuk selalu berusaha berbuat baik terhadap sesamanya. Islam sangat memahami hal tersebut, oleh sebab itu silaturahmi harus dilaksanakan dengan baik.Sesungguhnya silaturahmi merupakan amal shalih yang penuh berkah, dan memberikan kepada pelakunya kebaikan di dunia dan akhirat, menjadikannya diberkahi di manapun ia berada, Allah SWT memberikan berkah kepadanya di setiap kondisi dan perbuatannya, baik yang segera maupun yang tertunda.

Sama halnya dengan keluarga besar Karang Taruna Maju Bersama, pada bulan yang suci perlu diadakannya acara Halal Bihalal untuk menjaga tali silaturahmi. Agar menjadi fitrah kembali dan menambah keharmonisan hubungan kemasyarakatan maka perlu diadakannya  acara ini.

Selain kegiatan halal bihalal yang bertujuan untuk menyambung tali silaturrohim antar sesama keluarga besar Karang taruna Maju Bersama dalam kegiatan ini juga dilaksanakan pengumpulan dana untuk Bakti Sosial yang akan diserahkan ke Panti Asuhan terdekat.

II. Tujuan

Dalam rangka memeriahkan Hari Raya Idhul Fitri 1432 H, Karang Taruna Maju Bersama selaku organisasi kepemudaan ingin mengadakan kegiatan HALAL BI HALAL yang bertujuan :

    1. Untuk mengisi dan memeriahkan Hari Raya Idhul Fitri  1432 H.
    2. Agar terbina kerjasama antar sesama rekan-rekan muda-mudi Karang Taruna Maju Bersama.
    3. Menjalin kerukunan dan menumbuhkan rasa kebersamaan antar warga masyarakat disekitar Karang Taruna Maju Bersama berada.

III. Kegiatan

WAKTU DAN TEMPAT PELAKSNAAN

Acara halal bihalal ini, akan kami laksanakan pada :

Hari                 :

Tanggal           :

Waktu             : 09.00 s/d selesai

Tempat            : Balai Dusun Tlangu

SUSUNAN ACARA

Terlampir.

SUSUNAN PANITIA

Terlampir.

IV. ANGGARAN

Terlampir.

V. PENUTUP

Demikian proposal ini kami buat. Kami mengharapkan dukungan dan partisipasi Bapak/Ibu. Semoga acara ini dapat terlaksana sebagaimana yang kita harapkan.

Atas perhatian dan kerjasama Bapak/Ibu, kami ucapkan terima kasih.

Ketua Pelaksana

________________________

Tlangu, 8 Agustus 2011

Sekertaris

_________________________

 

 

Mengetahui,

Kepala Dusun Tlangu

______________________

Contoh Anggaran Proposal

Contoh Proposal Kegiatan

Contoh Proposal Kegiatan Sekolah

A. Judul

Pagelaran Seni dan Budaya Siswa-Siswi SMA N 2 ABCDEFG dalam Rangka Acara Peringatan Hari Sumpah Pemuda.

B. Latar Belakang

Pentas seni adalah ajang yang tepat untuk menggali kreativitas siswa-siswi di luar potensi akademik. Melalui pagelaran pentas seni, siswa-siswi dapat menunjukkan bakat dan minat yang dimilikinya kepada publik. Kondisi ini tentu sangat bagus untuk perkembangan peserta didik yang bersangkutan maupun pihak sekolah.

Untuk itu, kami selaku pihak OSIS yang mewakili pendapat semua siswa-siswi SMA N 2 ABCDEFG berinisiatif untuk mengadakan pentas seni. Selain bertujuan untuk menjaring potensi siswa-siswi di bidang seni, acara ini sekaligus bermanfaat sebagai ajang memperingati momen sumpah pemuda pada tanggal 28 Oktober 2017. Kita ketahui bahwa hari sumpah pemuda merupakan periode penting dalam sejarah pemuda menuju Indonesia merdeka.

C. Tema Kegiatan

Dalam kegiatan ini, kami selaku panitia telah sepakat untuk mengangkat tema “Menjadi Pemuda Produktif, Kreatif dan Berdikari dalam Meraih Masa Depan”. Melalui tema ini diharapkan seluruh siswa-siswi SMA N 2 ABCDEFG menyadari pentingnya memanfaatkan waktu secara produktif. Caranya yaitu dengan melakukan berbagai kegiatan yang positif dan kreatif untuk meraih masa depan sesuai cita-cita.

D. Macam-Macam Kegiatan

• Teater
• Pagelaran music band
• Sendra tari
• Drama kolosal
• Seni islami
• Pertunjukan pencak silat
• Stand up comedy

E. Peserta

Peserta dalam kegiatan ini adalah siswa-siswi perwakilan dari setiap kelas X, XI dan XII SMA N 2 ABCDEFG.

F. Waktu dan Tempat

1. Pentas drama kolosal dan teater
Hari/tanggal: Kamis, 28Oktober 2017.
Pukul: 17.00-20.00 WIB.
Tempat: Lapangan upacara SMA N 2 ABCDEFG.

2. Pentas sendra tari, seni islami, pencak silat
Hari/tanggal: Jumat, 29 Oktober 2017.
Pukul: 17.00-20.00 WIB.
Tempat: Lapangan upacara SMA N Wonosari.

3. Pentas stand up comedy dan music band
Hari/tanggal: Sabtu, 30 Oktober 2017.
Pukul: 08.00-15.00 WIB.
Tempat: Aula SMA N Wonosari.

G. Susunan Panitia

Pelindung : NAMA ABCDE GELAR. (Kepala Sekolah)
Pembina : NAMA ABCDE GELAR.
Penanggung jawab : Aini Oktavianingrum (ketua OSIS)
Ketua panitia : Beny Pradana
Sekretaris : Adelita Anindya
Bendahara : Arif Wicaksono
Koor sie acara : Muflikhah
Koor sie perkap : Bahrudin
Koor sie dokumentasi : Haris Simanjuntak
Koor sie publikasi : Leni Ekawijaya
Koor sie humas : Theofilus Prabu Bekti
Koor sie keamanan : Ahmad Sulaeman

H. Anggaran Dana

1. Pemasukan
• Dana kas sekolah : Rp 1.500.000
• Dana partisipasi siswa : Rp 2.500.000
• Dana sponsor Axis : Rp 2.000.000
• Dana sponsor Telkomsel : Rp 3.000.000
• Dana partisipasi guru : Rp 500.000
Total : Rp 9.500.000

2. Pengeluaran
• Sewa tempat : Rp 1.000.000
• Sewa panggung : Rp 3.000.000
• Sewa alat musik : Rp 2.000.000
• Konsumsi : Rp 1.500.000
• Publikasi : Rp 500.000
• Dokumentasi : Rp 500.000
• Lain-lain : Rp 500.000
Total : Rp 9.000.000

Contoh Proposal Kegiatan Pentas Seni

A. Judul Proposal

Gelar Seni dan Budaya dalam Rangka Acara Perpisahan peserta didik kelas X SMA N 12 Hijklmnopqrstu.

B. Latar Belakang

Pentas seni merupakan ajang yang tepat untuk menggali kreativitas peserta didik di luar potensi akademik. Melalui pagelaran pentas seni, peserta didik dapat menunjukkan bakat yang dimilikinya kepada publik. Kondisi ini tentu sangat bagus untuk perkembangan peserta didik yang bersangkutan maupun pihak sekolah.

Oleh karena itu, kami selaku pihak OSIS yang mewakili suara semua peserta didik SMA N 12 Hijklmnopqrstu berinisiatif untuk mengadakan pentas seni. Selain bertujuan untuk menjaring potensi peserta didik di bidang seni, acara ini sekaligus sebagai ajang perpisahan dengan kakak kelas X. Seperti diketahui bahwa sebentar lagi kakak-kakak kelas X akan segera meninggalkan sekolah ini.

C. Tema

Dalam kegiatan ini, kami selaku panitia telah sepakat untuk mengangkat tema “Produktif dan Kreatif dalam Meraih Masa Depan”. Melalui tema ini diharapkan seluruh peserta didik SMA N 12 Hijklmnopqrstu menyadari pentingnya memanfaatkan waktu secara produktif. Caranya yaitu dengan melakukan berbagai kegiatan kreatif untuk meraih masa depan sesuai cita-cita.

D. Macam-Macam Kegiatan

• Teater
• Pagelaran music band
• Sendra tari
• Drama kolosal
• Seni islami
• Pertunjukan pencak silat
• Stand up comedy

E. Peserta

Peserta dalam kegiatan ini adalah peserta didik perwakilan dari setiap kelas X, XI dan XII SMA N 12 Hijklmnopqrstu.

F. Waktu dan tempat
1. Pentas drama kolosal dan teater
Hari/tanggal: Kamis, 22 Februari 2018.
Pukul: 17.00-20.00 WIB.
Tempat: Lapangan upacara SMA N 12 Hijklmnopqrstu.

2. Pentas sendra tari, seni islami, pencak silat
Hari/tanggal: Jumat, 23 Februari 2018.
Pukul: 17.00-20.00 WIB.
Tempat: Lapangan upacara SMA N 12 Hijklmnopqrstu.

3. Pentas stand up comedy dan music band
Hari/tanggal: Sabtu, 24 Februari 2018.
Pukul: 08.00-15.00 WIB.
Tempat: Aula SMA N 12 Hijklmnopqrstu.

G. Susunan Panitia

Pelindung : Drs. Dalijo, M.Pd. (Kepala Sekolah)
Pembina : Pardiman, S.Pd.
Penanggung jawab : Heru Hermanto (ketua OSIS)
Ketua panitia : Gilang Ginanjar
Sekretaris : Anindita Tri Hapsari
Bendahara : Vian Pujiastuti
Koor sie acara : Siti Muslikhah
Koor sie perkap : Gunawan
Koor sie dokumentasi : Handoko Bramantiyo
Koor sie publikasi : Isnan Nur Arifin
Koor sie humas : Doni Prasetyo
Koor sie keamanan : Idhan Lubis Syarif

H. Anggaran Dana

1. Pemasukan
• Dana kas sekolah : Rp 1.500.000
• Dana partisipasi siswa : Rp 2.500.000
• Dana sponsor Axis : Rp 2.000.000
• Dana sponsor Telkomsel : Rp 3.000.000
• Dana partisipasi guru : Rp 500.000
Total : Rp 9.500.000

2. Pengeluaran
• Sewa tempat : Rp 1.000.000
• Sewa panggung : Rp 3.000.000
• Sewa alat musik : Rp 2.000.000
• Konsumsi : Rp 1.500.000
• Publikasi : Rp 500.000
• Dokumentasi : Rp 500.000
• Lain-lain : Rp 500.000
Total : Rp 9.000.000

Contoh Penulisan Proposal Kegiatan Pramuka

A. Judul Proposal

Perkemahan Sabtu-Minggu (Persami) Gerakan Pramuka SMPN 2 Abcdefghijkl.

B. Tujuan Kegiatan

• Meningkatkan Iman dan Taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
• Melatih kedisiplinan dan etos kerja siswa-siswi SMPN 2 Abcdefghijkl.
• Memberikan pengetahuan dan keterampilan dasar kepramukaan kepada anggota gerakan pramuka gugus depan SMPN 2 Abcdefghijkl.
• Melatih dan membiasakan anggota gerakan pramuka gugus depan SMPN 2 Abcdefghijkl untuk hidup dan belajar mandiri di alam terbuka.
• Menumbuhkan semangat untuk berkembang kepada anggota gerakan pramuka gugus depan SMPN 2 Abcdefghijkl sebagai kader penerus bangsa untuk menyongsong perubahan zaman.

C. Tema Kegiatan

“Melalui Persami Kita Wujudkan Pribadi yang Berani, Mandiri dan Berbudi”.

D. Waktu dan Tempat

Hari/tanggal : Sabtu, 13 September 2017-Minggu, 14 September 2017.
Pukul : 13.00 WIB-selesai.
Tempat : Bumi perkemahanan Tahura Bunder, Playen.

E. Materi Kegiatan

• PBB.
• Sandi morse dan semaphore.
• Renungan malam.
• Mengenali cuaca dan tanda-tanda alam.
• Mendirikan tenda.
• Pengenalan bivak.
• Pentas seni.
• Pengenalan dan penggunaan kompas.
• Olahraga.
• Outbond.

F. Susunan Panitia

1. Pelindung:
• Kamabigus SMPN 2 Abcdefghijkl: Dra. Winarni, M.Pd.

2. Penasihat:
• Waka kesiswaan: Sri Irawati Mulyadi, S.Pd.

3. Pembina gudep:
• Afrizal Malna Silalahi, S.Pd.

4. Pelaksana kegiatan:
• Anggota Pramuka SMPN 2 Abcdefghijkl kelas XI, XII (10 orang).

G. Peserta

Siswa-siswi kelas X SMPN 2 Abcdefghijkl yang terdiri dari 4 kelas dengan rincian 45 orang laki-laki dan 55 perempuan.

H. Susunan acara

Sabtu, 13 September 2017.
13.00-13.30 WIB: peserta datang.
13.30-14.00 WIB: check in peserta pendamping.
14.00-14.30 WIB: upacara pembukaan.
14.30-15.30 WIB: pendirian tenda.
15.30-16.00 WIB: ishoma.
16.00-17.00 WIB: PBB.
17.00-18.00 WIB: materi/kegitan I.
18.00-19.00 WIB: giat pribadi dan ishoma.
19.00-20.00 WIB: materi/kegitan II.
20.00-20.30 WIB: acara api unggun.
20.30-22.00 WIB: pentas seni.
22.00-03.00 WIB: renungan.
03.00-04.00 WIB: istirahat malam

Minggu, 14 September 2017.
04.00-05.00 WIB: sholat subuh dan bersih diri.
05.00-05.30 WIB: olahraga.
05.30-07.30 WIB: bersih diri dan makan pagi.
07.30-09.30 WIB: outbond.
09.30-11.00 WIB: materi/kegiatan III.
11.00-12.30 WIB: materi/kegiatan IV.
12.30-13.30 WIB: ishoma.
13.30-15.00 WIB: materi/kegiatan V
15.00-16.00 WIB: packing dan upacara penutupan.
16.00-17.00 WIB: sayonara.

I. Anggaran Dana

• Transport pemateri : 3 orang x @ Rp 50.500 = Rp 150.500
• Transport guru pendamping : 4 orang x @ Rp 50.500 = Rp 200.500
• P3K : Rp 50.500
• Air mineral : 6 dus x Rp 15.500 = Rp 90.500
• Konsumsi peserta : 100 x Rp 5.500 x 6 = Rp 3.500.500
• Konsumsi pemateri : 3 x Rp 10.500 x 6 = Rp 180.500
• Konsumsi guru pendamping : 4 x Rp 10.500 x 6 = Rp 240.500
• Konsumsi panitia : 15 x Rp 5.500 x 6 = Rp 450.500
• Snack : Rp 200.500
• Minyak tanah (api unggun) : 2 liter x Rp 15.500 = Rp 30.500
• Lilin : 5 pack x Rp 5.500 = Rp 25.500
• Kebutuhan tak terduga : Rp 100.500
Total : Rp 4.715.500

Demikianlah bagaimana cara menulis proposal beserta Contoh beberapa Proposal semoga membantu.

Contoh Proposal Penelitian Terbaru

Contoh Proposal Penelitian Terbaru

Sebelum melakukan penelitian, hendaknya penulis membuat proposal. Dengan membuat proposal penelitian pembaca akan mendapat gambaran awal dari penelitian atau tulisan karya ilmiah yang akan dibuat. Proposal tersebut dapat menjelaskan tentang kegiatan yang menghasilkan rancangan atau produk yang dapat dipakai untuk memecahkan masalah-masalah aktual yang disebut Proposal Penelitian Pengembangan. Selain itu proposal juga sebagai telaah yang dilaksanakan untuk memecahkan suatu masalah yang pada dasarnya bertumpu pada penelaahan kritis dan mendalam terhadap bahan-bahan pustaka yang relevan atau disebut Proposal Penelitian Kajian Pustaka.  Proposal juga digunakan dalam penelitian kualitatif dan penelitian kuantitatif.

Usulan penelitian yang sering disebut Project Statement atau Research Proposal merupakan rencana penelitian mahasiswa yang hasilnya disusun dalam bentuk skripsi sebagai tugas akhir mahasiswa sebelum memperoleh gelar kesarjanaan (S-1) di Perguruan Tinggi. Oleh karena itu, teknik penulisan proposal penelitian sangat penting sekali kita pelajari. Pada kesempatan kali ini saya (ruangguruku.com) akan berbagi tentang teknik penyusunan proposal penelitian. Sebelum kita menuju bagaimana cara atau teknik dalam penyusunan proposal penelitian, lebih baiknya anda mengerti dulu pengertian dari proposal bisa baca disini ” Pengertian Proposal“.

Teknik Penyusunan Proposal Penelitian

Ada beberapa bagian penting dalam penyusunan proposal penelitian atau proposal skripsi, diantaranya akan dijabarkan dibawah ini:

Contoh Proposal Penelitian

A. HALAMAN JUDUL

Halaman judul memuat : judul, jenis laporan, lambang Perguruan Tinggi, nama dan NIM, nama jurusan, nama program studi, nama perguruan tinggi dan tahun pengajuan.

  1. Judul Usulan Penelitian : Judul hendaknya dibuat singkat dan jelas, menggambarkan konsep dan topik dari penelitian dan menggambarkan adanya keterkaitan antara variable, lokasi penelitian dan tahun penelitian. Diketik dengan menggunakan huruf kapital, tidak boleh disingkat dan format ketikan dalam bentuk piramida terbalik ( V ).
  2. Jenis Laporan : Jenis laporan adalah usulan penelitian.
  3. Lambang Institusi Perguruan Tinggi
  4. Nama mahasiswa dan NIM
  5. Nama Jurusan
  6. Nama Program Studi
  7. Nama Perguruan Tinggi
  8. Tahun Pengajuan : Tahun pengajuan adalah tahun dimana usulan penelitian tersebut diajukan

B.   HALAMAN PERSETUJUAN

Halaman persetujuan memuat : judul usulan penelitian, persetujuan dosen pembimbing beserta tanda tangan dan waktu persetujuan

C.   DAFTAR ISI

Daftar Isi merupakan daftar yang menunjukkan isi bagian-bagian dalam skripsi maupun sub-sub bagiannya beserta nomor halamannya.

D.   ISI

Dibagian isi terdiri dari beberapa bab dan dari beberapa bab tersebut masih terdapat beberapa sub bab.

BAB I. PENDAHULUAN

1. Latar Belakang Masalah

Latar belakang memuat: gambaran tema permasalahan di lokasi penelitian yang akan dibahas dan berkaitan dengan penelitian yang akan dijalankan, diuraikan dari masalah yang luas ke arah masalah yang khusus. Oleh karena itu diperlukan data studi awal di lokasi tempat penelitian.

Ada 4 kriteria latar belakang yang baik:

  1. Adanya “seriousness of problem”,
  2. Adanya “sense of urgency” ( masalah yang harus segera ditangani
  3. Adanya “political will” (kebijaksanaan dari organisasi atau politis
  4. Adanya “manage – ability” ( direkomendasikan oleh pihak manajemen ).

Latar belakang ini juga harus mampu menjawab pertanyaan “mengapa memilih topik tersebut”

2. Perumusan Masalah

Perumusan masalah dirumuskan dalam bentuk kalimat tanya yang tegas dan jelas, serta menggambarkan arah hubungan antar dua variabel atau lebih. Misalnya adakah, apakah, bagaimanakah, dan lainnya.

3.    Batasan Masalah

Batasan masalah adalah pembatasan ruang lingkup yang dilakukan dalam penelitian, dimana pembatasan tersebut meliputi: tema/topik, area atau wilayah yang diteliti, sumber informasi, lokasi penelitian serta waktu penelitian

4.    Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian meliputi :

a.    Tujuan Umum ; Meliputi tujuan yang akan dicapai secara menyeluruh yang dapat menjawab tema / judul penelitian

b.    Tujuan Khusus ; Meliputi jabaran atau rincian dari tujuan umum secara operasional sesuai dengan perumusan dan pembatasan masalah. Tujuan khusus akan menggambarkan hasil dan pembahasan yang akan diperoleh dari penelitian ini.

5.    Manfaat Penelitian

Manfaat penelitian meliputi: 1) manfaat bagi pengguna (user), 2) pengembangan keilmuan dan 3) bagi peneliti, sehingga scara khusus hasil penelitian memberikan masukan bagi si peneliti, masyarakat, instansi terkait dan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta diharapkan dapat dijadikan pertimbangan sebuah kebijakan

6.    Keaslian Penelitian

Keaslian penelitian mencerminkan kemampuan mahasiswa untuk menelusuri dan mengidentifikasi penelitian terdahulu yang relevan dengan topik penelitian yang dilakukannya.Setiap penelitian dilakukan dalam konteks lingkungan yang berbeda dengan penelitian-penelitian sebelumnya, sekalipun penelitian tersebut merupakan replikasi penelitian sebelumnya. Pernyataan tentang keaslian penelitian meliputi identifikasi persamaan penelitian sebelumnya yang sangat relevan dan perbedaannya dengan penelitian yang akan dilakukannya.

Perbedaan dan persamaan penelitian dengan penelitian terdahulu dapat meliputi : kerangka teori, penerapan teori dalam situasi spesifik atau populasi khusus atau generalisasi teori pada populasi yamg lebih luas, kerangka konsep, rancangan penelitian, instrument penelitian, dan teknik analisis atau pemodelan data. Penyajiannya dapat dalam bentuk matriks persamaan dan perbedaan penelitian sebelunya.

BAB II. TINJAUAN PUSTAKA

Tinjauan pustaka merupakan penelusuran kepustakaan untuk mengidentifikasi makalah dan buku yang bermanfaat dan ada hubungannya dengan penelitian yang dilakukan serta merujuk pada semua hasil penelitian terdahulu pada bidang tersebut. Tinjauan pustaka disusun berdasarkan tujuan penelitian, pertanyaan penelitian dan masalah yang akan dipecahkan. Sumber yang dipakai dalam tinjauan pustaka harus disebutkan dengan mencantumkan nama penulis dan tahun terbit dengan model Vancouver. Format penyajiannya dimulai tinjuan teori untuk variabel independen, variabel dependen dan keterkaitan antar variabel yang diteliti dengan mengacu pada penelitian sebelumnya.

a. Landasan Teori

Landasan teori menguraikan kerangka teori yang merujuk pada referensi berbagai ahli tertentu maupun berbagai teori-teori yang ada yang nantinya akan mendasari hasil dan pembahasan secara detail, dapat berupa definisi-definisi atau model matematis yang langsung berkaitan dengan tema atau masalah yang diteliti. Teori-teori yang dirujuk harus mengacu pada variabel-variabel yang diteliti. Dimulai dari penjelasan tema, variabel independen dan variabel dependennya atau faktor-faktor yang diteliti serta dijelaskan teori-teori tersebut untuk mendukung hipotesis yang akan diajukan.

b.    Kerangka Teori

Kerangka teori terdiri dari teori-teori atau isu-isu dimana penelitian kita terlibat di dalamnya dan memberikan panduan pada saat peneliti membaca pustaka.Kerangka teori tidak dapat dikembangkan kalau peneliti belum mempelajari pustaka dan sebaliknya kalau peneliti belum mempunyai kerangka teori maka peneliti tidak akan dapat membaca pustaka dengan efektif.

c.    Kerangka Konsep Penelitian

Kerangka konsep penelitian merupakan operasionalisasi keterkaitan antar variabel-variabel yang berasal dari kerangka teori dan biasanya berkonsentrasi pada satu bagian dari kerangka teori. Kerangka konsep menggambarkan aspek-aspek yang telah dipilih dari kerangka teori untuk dijadikan dasar masalah penelitiannya. Jadi kerangka konsep timbul dari kerangka teori dan berhubungan dengan masalah penelitian yang spesifik.

d. Hipotesis

Hipotesis memuat : pernyataan singkat yang disimpulkan dari landasan teori atau tinjauan pustaka dan merupakan jawaban sementara terhadap masalah yang dihadapi. Hipotesis tidak selalu harus ada tergantung pada jenis dan tujuan penelitian. Oleh karena itu hipotesis harus diuji kebenarannya dan pengujiaannya harus mendasarkan pada kaidah-kaidah keilmuan (scientific methods) yang dapat dipertanggungjawabkan.

Ciri-ciri hipotesis yaitu :

  1. Dinyatakan dalam bentuk pernyataan (statement) bukan kalimat tanya
  2. Hipotesis hendaknya berkaitan dengan bidang ilmu yang akan diteliti
  3. Hipotesis harus dapat diuji yaitu terdiri dari variable yang dapat diukur dan dapat dibanding-bandingkan sehingga diperoleh hasil yang obyektif
  4. Hipotesis hendaknya sederhana dan terbatas ( tidak menimbulkan perbedaan pengertian dan tidak terlalu luas sifatnya )

BAB III. METODE PENELITIAN

Metode penelitian memuat : jenis penelitian, populasi dan sample penelitian, lokasi dan waktu penelitian, hubungan variable dan definisi operasional, instrumen penelitian, pengumpulan dan pengolahan data, metode analisis data dan keterbatasan

a.   Jenis Penelitian

Berisi langkah-langkah yang akan diambil untuk membuktikan kebenaran hipotesis.

b.    Populasi dan Sample

Berisi cara pengambilan sample, besar sample, cara pengumpulan sample, teknik penarikan sample.

Populasi adalah keseluruhan subyek penelitian atau wilayah generalisasi yang terdiri dari subyek maupun obyek yang mempunyai kuantitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan ditarik kesimpulan. Populasi bukan hanya orang, tetapi semua benda yang memiliki sifat atau cirri yang bisa diteliti.

Sampel adalah sebagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut

c.    Lokasi dan Waktu Penelitian

Berisi mengenai tempat / lokasi penelitian beserta waktu yang dipergunakan melakukan penelitian

d.   Variabel

Berisi keterangan tentang variable atau factor yang diamati atau diteliti dalam suatu penelitian

e.    Definisi Operasional

Menjelaskan bagaimana suatu variable akan diukur serta alat ukur apa yang digunakan untuk mengukurnya. Definisi ini mempunyai implikasi praktis dalam proses pengumpulan data. Definisi operasional mendiskripsikan variable sehingga bersifat spesifik (tidak berintegrasi ganda), terukur, menunjukkan sifat atau macam variable sesuai dengan tingkat pengukurannya dan menunjukkan kedudukan variable dalam kerangka teoritis.

f.     Teknik Pengumpulan Data

Berisi cara pengumpulan data yang dapat berupa data primer maupun data sekunder. Berdasarkan caranya pengumpulan data dapat berupa observasi, wawancara langsung, angket, pengukuran / pemeriksanaan

g.    Instrument Penelitian

Instrument ( alat ukur ) penelitian dapat berupa kuesioner, cek list yang digunakan sebagai pedoman observasi dan wawancara atau angket

h.    Teknik Pengolahan Data

Berisi cara pengolahan data yang akan dilakukan peneliti sehingga data hasil penelitian dapat menjadi informasi yang dapat digunakan untuk mengambil kesimpulan penelitian

i.     Metode Analisis Data

Metode analisa data menjelaskan bagaimana seorang peneliti mengubah data hasil penelitian menjadi informasi yang dapat digunakan untuk mengambil kesimpulan penelitian. Kegiatan analisa data ini meliputi : persiapan, tabulasi dan aplikasi data. Pada tahap analisa data inidapat menggunakan uji statistik jika memang data dlam penelitian tersebut harus diuji dengan uji statistik

j.   Keterbatasan

Dalam setiap penelitian pasti mempunyai kelemahan-kelemahan dimana kelemahan tersebut ditulis dalam keterbatasan. Dalam bab ini disajikan keterbatasan peneliti secara teknis yang mungkin mempunyai dampak secara metodologis maupun substantif, seperti : keterbatasan pengambilan sampel, keterbatasan jumlah sampel, keterbatasan instrumen penelitian, keterbatasan waktu dan sebagainya

E.   DAFTAR PUSTAKA

Daftar Pustaka merupakan keterangan tentang bacaan yang dijadikan sebagai bahan rujukan dari penulisan skripsi. Dalam daftar pustaka dapat dimasukkan tentang pustaka dari buku teks, jurnal, artikel, internet atau kumpulan karangan lain.

F.    LAMPIRAN

Lampiran memuat : keterangan atau informasi yang diperlukan pada pelaksanaan penelitian seperti : peta, surat penelitian, kuesioner, atau data lain yang sifatnya melengkapi usulan atau proposal penelitian.

Nah demikianlah Teknik penyusunan proposal dan contoh proposal penelitian, semoga bermanfaat.

Contoh Proposal Penelitian Terbaru

Contoh Proposal Penelitian Terbaru

Sebelum melakukan penelitian, hendaknya penulis membuat proposal. Dengan membuat proposal penelitian pembaca akan mendapat gambaran awal dari penelitian atau tulisan karya ilmiah yang akan dibuat. Proposal tersebut dapat menjelaskan tentang kegiatan yang menghasilkan rancangan atau produk yang dapat dipakai untuk memecahkan masalah-masalah aktual yang disebut Proposal Penelitian Pengembangan. Selain itu proposal juga sebagai telaah yang dilaksanakan untuk memecahkan suatu masalah yang pada dasarnya bertumpu pada penelaahan kritis dan mendalam terhadap bahan-bahan pustaka yang relevan atau disebut Proposal Penelitian Kajian Pustaka.  Proposal juga digunakan dalam penelitian kualitatif dan penelitian kuantitatif.

Usulan penelitian yang sering disebut Project Statement atau Research Proposal merupakan rencana penelitian mahasiswa yang hasilnya disusun dalam bentuk skripsi sebagai tugas akhir mahasiswa sebelum memperoleh gelar kesarjanaan (S-1) di Perguruan Tinggi. Oleh karena itu, teknik penulisan proposal penelitian sangat penting sekali kita pelajari. Pada kesempatan kali ini saya (ruangguruku.com) akan berbagi tentang teknik penyusunan proposal penelitian. Sebelum kita menuju bagaimana cara atau teknik dalam penyusunan proposal penelitian, lebih baiknya anda mengerti dulu pengertian dari proposal bisa baca disini ” Pengertian Proposal“.

Teknik Penyusunan Proposal Penelitian

Ada beberapa bagian penting dalam penyusunan proposal penelitian atau proposal skripsi, diantaranya akan dijabarkan dibawah ini:

Contoh Proposal Penelitian

A. HALAMAN JUDUL

Halaman judul memuat : judul, jenis laporan, lambang Perguruan Tinggi, nama dan NIM, nama jurusan, nama program studi, nama perguruan tinggi dan tahun pengajuan.

  1. Judul Usulan Penelitian : Judul hendaknya dibuat singkat dan jelas, menggambarkan konsep dan topik dari penelitian dan menggambarkan adanya keterkaitan antara variable, lokasi penelitian dan tahun penelitian. Diketik dengan menggunakan huruf kapital, tidak boleh disingkat dan format ketikan dalam bentuk piramida terbalik ( V ).
  2. Jenis Laporan : Jenis laporan adalah usulan penelitian.
  3. Lambang Institusi Perguruan Tinggi
  4. Nama mahasiswa dan NIM
  5. Nama Jurusan
  6. Nama Program Studi
  7. Nama Perguruan Tinggi
  8. Tahun Pengajuan : Tahun pengajuan adalah tahun dimana usulan penelitian tersebut diajukan

B.   HALAMAN PERSETUJUAN

Halaman persetujuan memuat : judul usulan penelitian, persetujuan dosen pembimbing beserta tanda tangan dan waktu persetujuan

C.   DAFTAR ISI

Daftar Isi merupakan daftar yang menunjukkan isi bagian-bagian dalam skripsi maupun sub-sub bagiannya beserta nomor halamannya.

D.   ISI

Dibagian isi terdiri dari beberapa bab dan dari beberapa bab tersebut masih terdapat beberapa sub bab.

BAB I. PENDAHULUAN

1. Latar Belakang Masalah

Latar belakang memuat: gambaran tema permasalahan di lokasi penelitian yang akan dibahas dan berkaitan dengan penelitian yang akan dijalankan, diuraikan dari masalah yang luas ke arah masalah yang khusus. Oleh karena itu diperlukan data studi awal di lokasi tempat penelitian.

Ada 4 kriteria latar belakang yang baik:

  1. Adanya “seriousness of problem”,
  2. Adanya “sense of urgency” ( masalah yang harus segera ditangani
  3. Adanya “political will” (kebijaksanaan dari organisasi atau politis
  4. Adanya “manage – ability” ( direkomendasikan oleh pihak manajemen ).

Latar belakang ini juga harus mampu menjawab pertanyaan “mengapa memilih topik tersebut”

2. Perumusan Masalah

Perumusan masalah dirumuskan dalam bentuk kalimat tanya yang tegas dan jelas, serta menggambarkan arah hubungan antar dua variabel atau lebih. Misalnya adakah, apakah, bagaimanakah, dan lainnya.

3.    Batasan Masalah

Batasan masalah adalah pembatasan ruang lingkup yang dilakukan dalam penelitian, dimana pembatasan tersebut meliputi: tema/topik, area atau wilayah yang diteliti, sumber informasi, lokasi penelitian serta waktu penelitian

4.    Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian meliputi :

a.    Tujuan Umum ; Meliputi tujuan yang akan dicapai secara menyeluruh yang dapat menjawab tema / judul penelitian

b.    Tujuan Khusus ; Meliputi jabaran atau rincian dari tujuan umum secara operasional sesuai dengan perumusan dan pembatasan masalah. Tujuan khusus akan menggambarkan hasil dan pembahasan yang akan diperoleh dari penelitian ini.

5.    Manfaat Penelitian

Manfaat penelitian meliputi: 1) manfaat bagi pengguna (user), 2) pengembangan keilmuan dan 3) bagi peneliti, sehingga scara khusus hasil penelitian memberikan masukan bagi si peneliti, masyarakat, instansi terkait dan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta diharapkan dapat dijadikan pertimbangan sebuah kebijakan

6.    Keaslian Penelitian

Keaslian penelitian mencerminkan kemampuan mahasiswa untuk menelusuri dan mengidentifikasi penelitian terdahulu yang relevan dengan topik penelitian yang dilakukannya.Setiap penelitian dilakukan dalam konteks lingkungan yang berbeda dengan penelitian-penelitian sebelumnya, sekalipun penelitian tersebut merupakan replikasi penelitian sebelumnya. Pernyataan tentang keaslian penelitian meliputi identifikasi persamaan penelitian sebelumnya yang sangat relevan dan perbedaannya dengan penelitian yang akan dilakukannya.

Perbedaan dan persamaan penelitian dengan penelitian terdahulu dapat meliputi : kerangka teori, penerapan teori dalam situasi spesifik atau populasi khusus atau generalisasi teori pada populasi yamg lebih luas, kerangka konsep, rancangan penelitian, instrument penelitian, dan teknik analisis atau pemodelan data. Penyajiannya dapat dalam bentuk matriks persamaan dan perbedaan penelitian sebelunya.

BAB II. TINJAUAN PUSTAKA

Tinjauan pustaka merupakan penelusuran kepustakaan untuk mengidentifikasi makalah dan buku yang bermanfaat dan ada hubungannya dengan penelitian yang dilakukan serta merujuk pada semua hasil penelitian terdahulu pada bidang tersebut. Tinjauan pustaka disusun berdasarkan tujuan penelitian, pertanyaan penelitian dan masalah yang akan dipecahkan. Sumber yang dipakai dalam tinjauan pustaka harus disebutkan dengan mencantumkan nama penulis dan tahun terbit dengan model Vancouver. Format penyajiannya dimulai tinjuan teori untuk variabel independen, variabel dependen dan keterkaitan antar variabel yang diteliti dengan mengacu pada penelitian sebelumnya.

a. Landasan Teori

Landasan teori menguraikan kerangka teori yang merujuk pada referensi berbagai ahli tertentu maupun berbagai teori-teori yang ada yang nantinya akan mendasari hasil dan pembahasan secara detail, dapat berupa definisi-definisi atau model matematis yang langsung berkaitan dengan tema atau masalah yang diteliti. Teori-teori yang dirujuk harus mengacu pada variabel-variabel yang diteliti. Dimulai dari penjelasan tema, variabel independen dan variabel dependennya atau faktor-faktor yang diteliti serta dijelaskan teori-teori tersebut untuk mendukung hipotesis yang akan diajukan.

b.    Kerangka Teori

Kerangka teori terdiri dari teori-teori atau isu-isu dimana penelitian kita terlibat di dalamnya dan memberikan panduan pada saat peneliti membaca pustaka.Kerangka teori tidak dapat dikembangkan kalau peneliti belum mempelajari pustaka dan sebaliknya kalau peneliti belum mempunyai kerangka teori maka peneliti tidak akan dapat membaca pustaka dengan efektif.

c.    Kerangka Konsep Penelitian

Kerangka konsep penelitian merupakan operasionalisasi keterkaitan antar variabel-variabel yang berasal dari kerangka teori dan biasanya berkonsentrasi pada satu bagian dari kerangka teori. Kerangka konsep menggambarkan aspek-aspek yang telah dipilih dari kerangka teori untuk dijadikan dasar masalah penelitiannya. Jadi kerangka konsep timbul dari kerangka teori dan berhubungan dengan masalah penelitian yang spesifik.

d. Hipotesis

Hipotesis memuat : pernyataan singkat yang disimpulkan dari landasan teori atau tinjauan pustaka dan merupakan jawaban sementara terhadap masalah yang dihadapi. Hipotesis tidak selalu harus ada tergantung pada jenis dan tujuan penelitian. Oleh karena itu hipotesis harus diuji kebenarannya dan pengujiaannya harus mendasarkan pada kaidah-kaidah keilmuan (scientific methods) yang dapat dipertanggungjawabkan.

Ciri-ciri hipotesis yaitu :

  1. Dinyatakan dalam bentuk pernyataan (statement) bukan kalimat tanya
  2. Hipotesis hendaknya berkaitan dengan bidang ilmu yang akan diteliti
  3. Hipotesis harus dapat diuji yaitu terdiri dari variable yang dapat diukur dan dapat dibanding-bandingkan sehingga diperoleh hasil yang obyektif
  4. Hipotesis hendaknya sederhana dan terbatas ( tidak menimbulkan perbedaan pengertian dan tidak terlalu luas sifatnya )

BAB III. METODE PENELITIAN

Metode penelitian memuat : jenis penelitian, populasi dan sample penelitian, lokasi dan waktu penelitian, hubungan variable dan definisi operasional, instrumen penelitian, pengumpulan dan pengolahan data, metode analisis data dan keterbatasan

a.   Jenis Penelitian

Berisi langkah-langkah yang akan diambil untuk membuktikan kebenaran hipotesis.

b.    Populasi dan Sample

Berisi cara pengambilan sample, besar sample, cara pengumpulan sample, teknik penarikan sample.

Populasi adalah keseluruhan subyek penelitian atau wilayah generalisasi yang terdiri dari subyek maupun obyek yang mempunyai kuantitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan ditarik kesimpulan. Populasi bukan hanya orang, tetapi semua benda yang memiliki sifat atau cirri yang bisa diteliti.

Sampel adalah sebagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut

c.    Lokasi dan Waktu Penelitian

Berisi mengenai tempat / lokasi penelitian beserta waktu yang dipergunakan melakukan penelitian

d.   Variabel

Berisi keterangan tentang variable atau factor yang diamati atau diteliti dalam suatu penelitian

e.    Definisi Operasional

Menjelaskan bagaimana suatu variable akan diukur serta alat ukur apa yang digunakan untuk mengukurnya. Definisi ini mempunyai implikasi praktis dalam proses pengumpulan data. Definisi operasional mendiskripsikan variable sehingga bersifat spesifik (tidak berintegrasi ganda), terukur, menunjukkan sifat atau macam variable sesuai dengan tingkat pengukurannya dan menunjukkan kedudukan variable dalam kerangka teoritis.

f.     Teknik Pengumpulan Data

Berisi cara pengumpulan data yang dapat berupa data primer maupun data sekunder. Berdasarkan caranya pengumpulan data dapat berupa observasi, wawancara langsung, angket, pengukuran / pemeriksanaan

g.    Instrument Penelitian

Instrument ( alat ukur ) penelitian dapat berupa kuesioner, cek list yang digunakan sebagai pedoman observasi dan wawancara atau angket

h.    Teknik Pengolahan Data

Berisi cara pengolahan data yang akan dilakukan peneliti sehingga data hasil penelitian dapat menjadi informasi yang dapat digunakan untuk mengambil kesimpulan penelitian

i.     Metode Analisis Data

Metode analisa data menjelaskan bagaimana seorang peneliti mengubah data hasil penelitian menjadi informasi yang dapat digunakan untuk mengambil kesimpulan penelitian. Kegiatan analisa data ini meliputi : persiapan, tabulasi dan aplikasi data. Pada tahap analisa data inidapat menggunakan uji statistik jika memang data dlam penelitian tersebut harus diuji dengan uji statistik

j.   Keterbatasan

Dalam setiap penelitian pasti mempunyai kelemahan-kelemahan dimana kelemahan tersebut ditulis dalam keterbatasan. Dalam bab ini disajikan keterbatasan peneliti secara teknis yang mungkin mempunyai dampak secara metodologis maupun substantif, seperti : keterbatasan pengambilan sampel, keterbatasan jumlah sampel, keterbatasan instrumen penelitian, keterbatasan waktu dan sebagainya

E.   DAFTAR PUSTAKA

Daftar Pustaka merupakan keterangan tentang bacaan yang dijadikan sebagai bahan rujukan dari penulisan skripsi. Dalam daftar pustaka dapat dimasukkan tentang pustaka dari buku teks, jurnal, artikel, internet atau kumpulan karangan lain.

F.    LAMPIRAN

Lampiran memuat : keterangan atau informasi yang diperlukan pada pelaksanaan penelitian seperti : peta, surat penelitian, kuesioner, atau data lain yang sifatnya melengkapi usulan atau proposal penelitian.

Nah demikianlah Teknik penyusunan proposal dan contoh proposal penelitian, semoga bermanfaat.