Contoh Pidato Singkat

Contoh Pidato : Contoh Pidato Singkat

Berpidato adalah berbicara di depan umum dengan cara tertentu untuk mencapai tujuan tetentu. Ada beberapa cara dalam berpidato, ada yang panjang ada juga yang singkat. Biasanya pendengar pidato lebih suka mendengarkan pidato singkat. Selain itu yang mereka senangi adalah pidato singkat, padat, tepat, dan mudah diingat. Dibawah ini akan kita bahas mengenai pidato singkat beserta contoh pidato singkat. Kenapa saya membahas pidato singkat karena dalam suatu acara ada beberapa yang mengharuskan berpidato singkat. Oleh karena itu saya memberikan contoh pidato singkat.

Pidato singkat memang sudah memikat. Daya pikatnya terletak pada pemenuhan kebutuhan dan keinginan pendengar. Pendengar butuh informasi, pendengar ingin langsung saja. Keinginan pendengar ini ada kemungkinan dipengaruhi oleh merebaknya iklan yang dilihat setiap hari. Iklan, baik dalam media cetak maupun dalam media elektronik, selalu berupaya tampil singkat, akurat, memikat, dan mudah diingat. Namun, perlu diingat bahwa pidato singkat yang disukai pendengar bukan pidato singkat yang terlalu singkat. Pidato yang terlalu singkat akan kehilangan daya pikat.

 Contoh Pidato Singkat
Contoh Pidato Singkat

Contoh Pidato Singkat Profesor

Contoh nyata telah disampaikan oleh seorang profesor yang waktu itu menjabat sebagai Pembantu Rektor 1 sebuah perguruan tinggi di Jawa Timur.

“Saudara-saudara, tepatilah waktu.”

Barangkali, itulah pidato yang paling singkat di dunia. Begitu tampil di mimbar, sang Profesor hanya mengucapkan pidatonya selama lima detik. Isinya hanya tiga kata. Tidak ada salam, tidak ada pembuka, dan juga tidak ada kata-kata penutup. Selesai mengucapkan pidato tiga kata itu, sang Profesor turun dari mimbar dan langsung duduk kembali. Banyak pendengar belum menyadari bahwa pidato sang Profesor sudah selesai. Mereka berpandangan, bertanya-tanya dalam hati. Ada pula yang berdiri melihat sang Profesor yang sudah duduk kembali di tempat semula. Setelah lahu apa yang terjadi, mereka tertawa terpingkal-pingkal. Suasana ruang tempat upacara mendadak menjadi gemuruh seperti ratusan lebah keluar dari sarang. Meskipun demikian, pendengar yang sebagian besar mahasiswa itu mampu mengingat isi pidato sampai beberapa tahun kemudian atau bahkan ingat selamanya.

Kekurangan Pidato Singkat

Pidato singkat memang mudah diingat, tetapi tidak memikat. Mengapa? Kebutuhan dasar pendengar belum terpenuhi atau baru terpenuhi sebagian saja. Apa kebutuhan pendengar? Pendengar butuh informasi lengkap tentang siapa, kapan, di mana, bagaimana, dan mengapa. Pidato yang terlalu singkat jelas tidak akan dapat memenuhi kebutuhan pendengar sebab pembicara belum sempat membangkitkan imajinasi pendengar dengan susunan kata yang memberikan gambaran lengkap dan jelas. Pembicara belum sempat menggelitik rasa keingintahuan pendengar. Jadi, pidato singkat memikat adalah pidato singkat yang sudah menjawab pertanyaan tentang siapa, kapan, di mana, bagaimana, dan mengapa.

Tidak selamanya isi sebuah pidato dapat disampaikan secara singkat. Sebab, untuk mencapai tujuan tertentu memang diperlukan uraian panjang lebar. Pembicara kadang-kadang harus menyampaikan banyak hal untuk menjelaskan sesuatu. Kadang-kadang pembicara harus pula menyampaikan bukti, contoh, dan alasan yang sulit dibantah untuk meyakinkan pendengar. Lebih-lebih jika waktu dan situasi memang men­dukung untuk menyampaikan pidato panjang.

Panjang singkat sebuah pidato sebenarnya relatif. Mengapa? Yang mengatakan panjang atau singkat itu sebenar­nya pendengar. Dapat saja pidato yang lamanya hanya sepuluh menit sudah dianggap terlalu panjang karena memang membosankan. Sebaliknya, pidato yang memakan waktu satu jam atau lebih masih dianggap singkat karena pendengar tertarik dan masih ingin mendengarkan terus. Itulah sebabnya pembicara harus memilih salah satu dari dua pilihan, yaitu singkat padat atau panjang menantang.

Pidato singkat padat dapat dilaksanakan jika pembicara langsung menyampaikan pesan atau isi pidato secara langsung. Basa-basi dan ucapan-ucapan klise yang kurang berarti ditinggalkan. Yang diucapkan hanya kata-kata yang benar-benar mendukung pesan yang akan disampaikan saja. Penghematan kata-kata dilakukan agar pidato singkat. Pidato singkat padat sudah mempunyai daya pikat karena memenuhi kebutuhan dan keinginan pendengar. Pendengar butuh informasi dan pendengar ingin informasi disampaikan secara langsung saja. Sekurang-kurangnya, pidato singkat tidak sampai membuat pendengarnya bosan. Sebaliknya, pidato panjang yang tidak menarik perhatian akan mengakibatkan pendengar bosan dan bahkan dapat menjengkelkan. Jika terjadi demikian, yang dipikirkan pendengar bukan isi pidato, melainkan hanya berharap agar pidato itu segera selesai. Oleh karena itu. jika pembicara memilih pidato panjang, harus yang panjang menantang. Artinya, menantang perhatian pendengar agar selalu tertarik dari awal sampai akhir pidato. Untuk itu, pembicara harus berupaya sungguh-sungguh agar pidatonya penuh daya pikat.

Contoh Singkat Pidato

Secara sederhana keseluruhan pidato yang diucapkan ole pembicara itu dapat dipisahkan menjadi tiga bagian, yait (1) pembukaan,(2) isi, dan (3) penutup. Adapun hal-hal yan mungkin terdapat dalam bagian-bagian itu (tidak harus semu mungkin juga hanya satu) adalah sebagai berikut. Bagian contoh pidato singkat….

1.  Pembukaan

a.  Perkenalan diri pembicara

b.   Gambaran umum tentang isi pidato

c.   Humor sebagai penyegar

d.   Penyiapan pikiran pendengar terhadap isi pidato

e.   Ilustrasi yang relevan dengan isi pidato

f.  Lain-lain

2.    Isi atau Uraian

a.   Penjelasan

b.   Alasan

c.   Bukti yang mendukung

d.   Ilustrasi

e.   Contoh

f.    Angka

g.   Perbandingan

h.   Kontras

i.    Diagram

j.  Histogram

k.  Model

I.  Cerita yang relevan m. Humor yang relevan n. Lain-lain

3.    Penutup

a.   Simpulan isi pidato

b.   Ajakan untuk melakukan sesuatu

c.   Ramalan yang berhubungan dengan isi pidato

d.   Penegasan isi pidato

c.   Lain-lain

Apakah anda sudah jelas setelah melihat contoh pidato singkat di atas? Apa anda sudah tau langkah membuat pidato seperti contoh pidato singkat tersebut. Oke kembali pada permasalahah yaitu contoh pidato singkat. Ada perbedaan waktu antara pidato yang singkat dan pidato yang panjang.

Waktu yang digunakan uniuk menyampaikan pembukaan, isi atau uraian, dan penutup tentu tidak sama. Untuk pidato singkat, yaitu pidato yang hanya memerlukan waktu lima menit, pengaturannya adalah pembukaan satu menit, isi tiga menit, dan penutup satu menit..

Untuk pidato panjang, pembukaan disarankan tidak melebihi sepersepuluh dari seluruh pidato. Kemudian, isi atau uraiannya sekitar delapan persepuluh dan penutupnya sepersepuluh atau lebih singkat lagi. Jadi, perbandingan waktu antara pembukaan, isi, dan penutup pidato adalah 1:8:1. Tentu saja perbandingan itu tidak mutlak. Artinya, dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan situasi yang ada pada saat pidato dilaksanakan.

Nah demikianlah ulasan tentang pidato singkat, dan contoh pidato singkat yang bisa ada gunakan untuk pedoman membuat naskah pidato singkat. Sekian dari saya nantikan artikel selanjutnya yang juga akan membahas tentang contoh pidato singkat.

Contoh Pidato Perpisahan Sekolah Oleh Siswa

Manfaat Bimbingan Kelompok

Contoh Pidato Perpisahan Sekolah Oleh Siswa

Pidato adalah pengungkapan pikiran dalam bentuk kata-kata yang ditujukan kepada orang banyak. Dapat pula diartikan pidato adalah wacana yang disiapkan untuk dibacakan di depan orang banyak. Pengertian kedua mengacu pada bentuk bahasa tulis/naskah.

Kemampuan berpidato seseorang akan sangat ditentukan oleh segala aktivitas dalam kesehariannya. Bila ia sering berpidato dan akrab dengan dunia pidato, secara otomatis pidato tidak menjadi asing baginya. Bahkan, sedikit banyak ia mampu berpidato dengan baik.

Kualitas pidato seseorang tidak hanya ditentukan oleh isinya, tetapi juga kemampuan dalam menyampaikan isinya dengan penampilan yang maksimal.

Contoh Pidato Perpisahan Sekolah Oleh Siswa
Contoh Pidato Perpisahan Sekolah

Dalam berpidato seseorang dapat menggunakan metode:

  1. menghafal (berpidato setelah hafal naskah);
  2. naskah (membaca teks yang telah disiapkan sebelumnya);
  3. ekstemporan (berdasarkan garis besar gagasan yang telah disiapkan);
  4. impromptu (bersifat spontan, tanpa persiapan).

 

Untuk berlatih pidato, silahkan simak contoh pidato perpisahan sekolah di bawah ini.

CONTOH PIDATO PERPISAHAN SEKOLAH

Assalamualaikum wr. Wb

Yang terhormat Bapak Kepala Sekolah. Bapak dan Ibu Guru, serta teman-teman yang saya cintai.

Pertama-tama marilah kita panjatkan puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas segala rahmat-Nya pada hari ini kita dapat berkumpul bersama guna mengadakan acara perpisahan sekolah.

Para hadirin yang saya hormati, ijinkan saya mewakili teman-teman untuk menyampaikan sepatah dua patah kata dalam rangka perpisahan ini.

Selama bersekolah, kami sebagai siswa sangat bangga dan berterima kasih dengan semua guru yang telah mengajar di sekolah ini, yang dengan sangat baik, tidak pernah pilih kasih dalam mendidik, sangat sabar dan tidak kenal lelah dalam membimbing kami. Berkat jerih payah semua guru, kami pun dapat lulus dari SMP ini.

Mudah-mudahan semua guru yang bertugas mengajar di sekolah ini dapat diberikan kesehatan yang baik dan diberi kebahagiaan selalu.

Juga untuk teman-teman semua. Sungguh berat rasanya berpisah dengan kalian semua, karena kita sudah bersama-sama selama 3 tahun ini. Tapi tetap saya juga mendoakan teman-teman semua dapat melanjutkan ke pendidikan yang lebih tinggi, baik ke SMA, ke SMK, ke STM maupun institusi pendidikan lainnya untuk dapat mencapai cita-cita yang selama ini diangan-angankan.

Akhir kata, saya mau mengucapkan sukses selalu buat teman-teman, doa saya menyertai teman-teman semua… Amin.

Wassalam.

Itulah contoh pidato perpisahan sekolah oleh siswa.

Contoh Pidato Singkat : Langkah Menyusun Teks Pidato

Contoh Pidato Singkat dan Langkah Menyusun Teks Pidato

Pidato adalah penyampaian uraian secara lisan tentang sesuatu hal di depan umum. Sebelum memulai berpidato, kamu harus mengetahui langkah-langkah apa saja yang harus dipersiapkan untuk melakukan pidato.

Kalau kita perhatikan dengan saksama, kepala sekolah berpidato terlihat sangat baik dan terarah. Dalam berpidato tersebut kepala sekolah tentu memiliki kerangka dan naskah pidato sebelum memberikan pidato didepan siswanya. Secara teori pidato memang ada aturan, atau pedoman dalam meyusun pidato. Ada urutan dalam pidato sehingga tidak kelihatan pidato asal-asalan.

Langkah-langkah Menyusun Teks Pidato

  1. Menentukan topik, tentu topik yang menarik, sesuai dengan daya tangkap pendengar, dan alokasi waktu yang tersedia.
  2. Menentukan maksud dan tujuan.
  3. Mengumpulkan bahan pidato.
  4. Pemahaman dan penghayatan materi yang akan disampaikan.

Contoh Pidato Singkat Kepala Sekolah

Contoh Pidato Singkat dan Langkah Menyusun Teks Pidato
Contoh Pidato Singkat

Secara garis besar, sebuah naskah pidato memuat salam pembuka, pendahuluan, isi/inti pidato, kesimpulan, dan penutup seperti yang sudah saya sampaikan di ulasan sebelumnya tetang Cara Menulis Naskah Pidato.

1.      Salam pembuka

Pidato biasanya diawali dengan kata pembuka, misalnya:

a.       Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

b.       Salam sejahtera untuk kita semua.

c.       Bapak, Ibu, dan hadirin sekalian yang terhormat.

2.      Pendahuluan, adalah pengantar ke arah pokok-pokok materi yang akan disampaikan.

Bagian pendahuluan biasanya berisi sebagai berikut.

a.       Puji syukur kepada Tuhan.

b.       Ucapan terima kasih kepada pihak tertentu.

c.       Maksud menyampaikan pidato.

Kemudian diikuti oleh sedikit penjelasan mengenai pokok masalah yang akan kita uraikan.

3.      Isi atau inti pidato berisi uraian yang perlu disampaikan.

Isi pidato merupakan uraian yang menjelaskan secara rinci semua materi dan persoalan yang dibahas dalam pidato. Sampaikanlah materi utama yang hendak dicarakan. Kemukakan contoh, ilustrasi, cerita-cerita yang berkenaan dengan materi utama. Hindari penyampaian materi yang bersifat menggurui.

4.      Kesimpulan

Kesimpulan ini sangat penting karena dengan menyimpulkan segala sesuatu yang telah dibicarakan dan ditambah dengan penjelasan dan anjuran, para hadirin dapat menghayati maksud dan tujuan semua yang dibicarakan. Hal ini karena apa yang terakhir dikatakan biasanya lebih mudah dan lebih lama diingat.

5.      Salam penutup

Tutuplah pidato dengan kesan yang baik. Ucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah mendukung terlaksananya pidato tersebut.

a.       Atas perhatiannya Bapak dan Ibu, saya ucapkan terima kasih

b.       Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Nah demikianlah Contoh Pidato Singkat dan Langkah Menyusun Teks Pidato, semoga bermanfaat.

Cara Menulis Naskah Pidato

Cara Menulis Naskah Pidato

Seperti telah dijelaskan pada postingan yang lalu (baca dulu Macam-Macam Pidato dan Contoh Pidato), bahwa pidato dapat dilakukan dengan tanpa menggunakan naskah atau dengan menggunakan kerangka sebagai pedoman atau pegangan, dan atau dengan menggunakan naskah baik dihafal maupun dibacakan. Bila Anda melakukan pidato dengan menggunakan naskah, maka yang pertama kali harus Anda lakukan adalah menyiapkan naskah pidato tersebut.

Untuk dapat menulis naskah pidato secara efektif, Anda harus memiliki pengetahuan tentang teknik menyusun atau menulis naskah pidato. Untuk itu ikutilah uraian berikut.

Teknik atau Cara Menulis Naskah Pidato

Pada uraian di atas telah dijelaskan bahwa menulis naskah pidato harus melalui tiga kegiatan yaitu, mengumpulkan bahan, membuat kerangka, dan menguraikan isi naskah pidato secara terperinci. Penjelasannya adalah sebagai berikut.

a.    Mengumpulkan Bahan

Setelah Anda meneliti persoalan dan merumuskan tujuan pidato serta menganlisis pendengar, maka Anda sudah siap untuk menggarap naskah pidato. Anda boleh mulai menulis naskah pidato dengan menggunakan hal apa yang telah Anda ketahui mengenai persoalan yang akan Anda bicarakan/sampaikan. Jika hal ini Anda anggap kurang cukup, maka Anda harus mencari bahan-bahan tambahan yang berupa fakta, ilustrasi, cerita atau pokok-pokok yang konkret untuk mengembangkan pidato ini. Tidak ada salahnya Anda bertanya kepada orang/pihak yang mengetahui persoalan yang akan Anda bicarakan. Buku-buku, perturan-peraturan, majalah-majalah, dan surat kabar merupakan sumber informasi yang kaya yang dapat Anda gunakan sebagai bahan dalam rangka menguraikan isi pidato Anda.

b.    Membuat Kerangka Pidato

Kerangka dasar dapat Anda buat sebelum mencari bahan-bahan, yaitu dengan menentukan pokok-pokok yang akan dibicarakan, sedangkan kerangka yang terperinci baru dapat Anda buat setelah bahan-bahan selesai Anda kumpulkan. Dengan bahan-bahan itu Anda dapat menyusun pokok-pokok yang paling penting dalam tata urut yang baik, di bawah pokok-pokok utama tadi. Di dalam kerangka ini harus terlihat adanya kesatuan dan koherensi antarbagian Sebagai gambaran perhatikanlah contoh kerangka pidato di bawah ini.

Contoh Kerangka Pidato

Inti dari kerangka pidato adalah: (1) pendahuluan, (2) isi, dan (3) penutup

  1. Pendahuluan: bagian pendahuluan memuat salam pembuka, ucapan terima kasih (bila ada yang diberi ucapan), dan kata pengantar untuk menuju kepada isi pidato;
  2. Isi: bagian ini memuat uraian pokok yang terdiri atas topik atau pokok utama dan sub-subtopik yang memperjelas atau menghubungkan dengan topik utama;
  3. Penutup: bagian penutup memuat kesimpulan, harapan (bila ada), dan salam penutup.

c.    Menguraikan isi pidato

Dengan menggunakan kerangka yang telah Anda buat, ada dua hal yang Anda lakukan: (1) Anda dapat mempergunakan kerangka tersebut untuk berpidato, yaitu berpidato dengan menggunakan metode ekstemporan, dan (2) menulis atau meyusun naskah pidato secara lengkap yang Anda bacakan atau Anda hafalkan.

Bagian-bagian yang terdapat dalam dalam kerangka pidato di atas akan dijelaskan lebih lanjut pada uraian berikut ini.

Butir (1) dan butir(3), yaitu bagian pendahuluan dan bagian penutup tidak memuat inti pembicaraan atau isi pidato, sehingga tidak diuraikan secara terperinci di sini tetapi dapat dilihat langsung pada contoh naskah pidato setelah bahasan ini selesai dibicarakan. Jadi, yang akan diperjelas secara rinci adalah bagian isi pidato

d.    Struktur Isi Pidato

Struktur isi pidato adalah rangkaian isi pidato dari awal hingga akhir. Rangkaian ini disusun agar pidato berlangsung menarik dan tujuan pidato tercapai dengan baik. Ada beberapa cara merangkai isi pidato, antara lain: (1) mengikuti alur dasar pidato, dan (2) mengikuti pola organisasi pidato.

(1) Alur dasar pidato, yaitu rangkaian isi pidato yang mengikuti alur dasar pidato yang bergerak melalui tiga tahap: (a) tahap perhatian, yaitu tahap pertama yang dilakukan pembicara dengan baik; (b) tahap kebutuhan, yaitu tahap yang dilakukan pembicara dalam menjelaskan pentingnya masalah yang akan dibicarakan sehingga pendengar akan berusaha memahami masalah atau hal-hal penting yang disampaikan pembicara. (c) tahap penyajian, yaitu merupakan tahap pembicara menyajikan materi pidato yang telah dipersiapkan melalui naskah kerangka pidato.

Itulah tahap-tahap yang dilalui seorang pembicara dalam menyelesaikan pidatonya, tetapi penjelasan tahap-tahap di atas adalah tahap yang dilalui pada jenis pidato informasi. Sekarang mari kita lihat beberapa pola organisasi pidato yang dapat Anda pilih!

(2) Pola Organisasi Pidato, pola organisasi pidato dapat digolongkan ke dalam tiga tipe besar, yaitu (a) pola uraian; (b) pola sebab, dan (c) pola topik.

Baiklah mari ikuti uraiannya.

  1. pola   uraian;   ada   dua   macam   urutan   yang   digunakan   untuk menyusun/menulis isi pidato, yaitu: urutan kronologis dan urutan ruang. Urutan kronologis, adalah susunan isi yang dimulai dari periode atau data tertentu, bergerak maju atau mundur secara sistematis. Sementara itu, urutan ruang adalah susunan isi yang berurutan berdasarkan kedekatan fisik satu dengan yang lainnya. Umpamanya, membicarakan mulai dari SD A kemudian menunjuk ke SD B yang letaknya paling dekat dengan SD A tadi, dan seterusnya.
  2. pola sebab; sebagaimana terlihat dari namanya, organisasi pidato yang menggunakan pola sebab yang bergerak dari satu analisis sebab di saat ini bergerak ke arah analisis akibat di masa yang akan datang, atau dari deskripsi kondisi di saat ini bergerak ke arah analisis sebab-sebab yang memunculkannya.
  3. pola topik; pola organisasi pidato yang menggunakan pola topik dilakukan apabila materi yang dibicarakan lebih dari satu periode atau kelompok. Oleh karena itu, di dalam isi pidato akan terdapat beberapa subtopik.Teknik atau Cara Menulis Naskah Pidato

Tahap-tahap Menyusun/Menulis Naskah Pidato

Ada beberapa tahap yang harus dilakukan dalam menulis naskah pidato yaitu Memilih Subjek dan Membatasi Tujuan Umum Pidato

  1. Membatasi subjek untuk mencocokkan waktu yang tersedia, menjaga kesatuan dan kepaduan pidato
  2. Menyusun ide pokok menurut tahap-tahap urutan alur dasar pidato (perhatian, kebutuhan, kepuasan, dan lain-lain) atau menurut salah satu pola organisasi.
  3. Memasukkan dan menyusun submateri yang berhubungan di setiap pokok.
  4. Mengisi materi pendukung yang memperkuat atau membuktikan ide.
  5. Memeriksa draft kasar, untuk meyakinkan bahwa subjek telah cukup terekam dan mencerminkan tujuan khusus pidato.

Nah demikianlah Teknik atau Cara Menulis Naskah Pidato,

Jika anda ingin contoh pidato lengkap klik disini Kumpulan Contoh Pidato Lengkap.

Cara Menulis Naskah Pidato

Cara Menulis Naskah Pidato

Seperti telah dijelaskan pada postingan yang lalu (baca dulu Macam-Macam Pidato dan Contoh Pidato), bahwa pidato dapat dilakukan dengan tanpa menggunakan naskah atau dengan menggunakan kerangka sebagai pedoman atau pegangan, dan atau dengan menggunakan naskah baik dihafal maupun dibacakan. Bila Anda melakukan pidato dengan menggunakan naskah, maka yang pertama kali harus Anda lakukan adalah menyiapkan naskah pidato tersebut.

Untuk dapat menulis naskah pidato secara efektif, Anda harus memiliki pengetahuan tentang teknik menyusun atau menulis naskah pidato. Untuk itu ikutilah uraian berikut.

Teknik atau Cara Menulis Naskah Pidato

Pada uraian di atas telah dijelaskan bahwa menulis naskah pidato harus melalui tiga kegiatan yaitu, mengumpulkan bahan, membuat kerangka, dan menguraikan isi naskah pidato secara terperinci. Penjelasannya adalah sebagai berikut.

a.    Mengumpulkan Bahan

Setelah Anda meneliti persoalan dan merumuskan tujuan pidato serta menganlisis pendengar, maka Anda sudah siap untuk menggarap naskah pidato. Anda boleh mulai menulis naskah pidato dengan menggunakan hal apa yang telah Anda ketahui mengenai persoalan yang akan Anda bicarakan/sampaikan. Jika hal ini Anda anggap kurang cukup, maka Anda harus mencari bahan-bahan tambahan yang berupa fakta, ilustrasi, cerita atau pokok-pokok yang konkret untuk mengembangkan pidato ini. Tidak ada salahnya Anda bertanya kepada orang/pihak yang mengetahui persoalan yang akan Anda bicarakan. Buku-buku, perturan-peraturan, majalah-majalah, dan surat kabar merupakan sumber informasi yang kaya yang dapat Anda gunakan sebagai bahan dalam rangka menguraikan isi pidato Anda.

b.    Membuat Kerangka Pidato

Kerangka dasar dapat Anda buat sebelum mencari bahan-bahan, yaitu dengan menentukan pokok-pokok yang akan dibicarakan, sedangkan kerangka yang terperinci baru dapat Anda buat setelah bahan-bahan selesai Anda kumpulkan. Dengan bahan-bahan itu Anda dapat menyusun pokok-pokok yang paling penting dalam tata urut yang baik, di bawah pokok-pokok utama tadi. Di dalam kerangka ini harus terlihat adanya kesatuan dan koherensi antarbagian Sebagai gambaran perhatikanlah contoh kerangka pidato di bawah ini.

Contoh Kerangka Pidato

Inti dari kerangka pidato adalah: (1) pendahuluan, (2) isi, dan (3) penutup

  1. Pendahuluan: bagian pendahuluan memuat salam pembuka, ucapan terima kasih (bila ada yang diberi ucapan), dan kata pengantar untuk menuju kepada isi pidato;
  2. Isi: bagian ini memuat uraian pokok yang terdiri atas topik atau pokok utama dan sub-subtopik yang memperjelas atau menghubungkan dengan topik utama;
  3. Penutup: bagian penutup memuat kesimpulan, harapan (bila ada), dan salam penutup.

c.    Menguraikan isi pidato

Dengan menggunakan kerangka yang telah Anda buat, ada dua hal yang Anda lakukan: (1) Anda dapat mempergunakan kerangka tersebut untuk berpidato, yaitu berpidato dengan menggunakan metode ekstemporan, dan (2) menulis atau meyusun naskah pidato secara lengkap yang Anda bacakan atau Anda hafalkan.

Bagian-bagian yang terdapat dalam dalam kerangka pidato di atas akan dijelaskan lebih lanjut pada uraian berikut ini.

Butir (1) dan butir(3), yaitu bagian pendahuluan dan bagian penutup tidak memuat inti pembicaraan atau isi pidato, sehingga tidak diuraikan secara terperinci di sini tetapi dapat dilihat langsung pada contoh naskah pidato setelah bahasan ini selesai dibicarakan. Jadi, yang akan diperjelas secara rinci adalah bagian isi pidato

d.    Struktur Isi Pidato

Struktur isi pidato adalah rangkaian isi pidato dari awal hingga akhir. Rangkaian ini disusun agar pidato berlangsung menarik dan tujuan pidato tercapai dengan baik. Ada beberapa cara merangkai isi pidato, antara lain: (1) mengikuti alur dasar pidato, dan (2) mengikuti pola organisasi pidato.

(1) Alur dasar pidato, yaitu rangkaian isi pidato yang mengikuti alur dasar pidato yang bergerak melalui tiga tahap: (a) tahap perhatian, yaitu tahap pertama yang dilakukan pembicara dengan baik; (b) tahap kebutuhan, yaitu tahap yang dilakukan pembicara dalam menjelaskan pentingnya masalah yang akan dibicarakan sehingga pendengar akan berusaha memahami masalah atau hal-hal penting yang disampaikan pembicara. (c) tahap penyajian, yaitu merupakan tahap pembicara menyajikan materi pidato yang telah dipersiapkan melalui naskah kerangka pidato.

Itulah tahap-tahap yang dilalui seorang pembicara dalam menyelesaikan pidatonya, tetapi penjelasan tahap-tahap di atas adalah tahap yang dilalui pada jenis pidato informasi. Sekarang mari kita lihat beberapa pola organisasi pidato yang dapat Anda pilih!

(2) Pola Organisasi Pidato, pola organisasi pidato dapat digolongkan ke dalam tiga tipe besar, yaitu (a) pola uraian; (b) pola sebab, dan (c) pola topik.

Baiklah mari ikuti uraiannya.

  1. pola   uraian;   ada   dua   macam   urutan   yang   digunakan   untuk menyusun/menulis isi pidato, yaitu: urutan kronologis dan urutan ruang. Urutan kronologis, adalah susunan isi yang dimulai dari periode atau data tertentu, bergerak maju atau mundur secara sistematis. Sementara itu, urutan ruang adalah susunan isi yang berurutan berdasarkan kedekatan fisik satu dengan yang lainnya. Umpamanya, membicarakan mulai dari SD A kemudian menunjuk ke SD B yang letaknya paling dekat dengan SD A tadi, dan seterusnya.
  2. pola sebab; sebagaimana terlihat dari namanya, organisasi pidato yang menggunakan pola sebab yang bergerak dari satu analisis sebab di saat ini bergerak ke arah analisis akibat di masa yang akan datang, atau dari deskripsi kondisi di saat ini bergerak ke arah analisis sebab-sebab yang memunculkannya.
  3. pola topik; pola organisasi pidato yang menggunakan pola topik dilakukan apabila materi yang dibicarakan lebih dari satu periode atau kelompok. Oleh karena itu, di dalam isi pidato akan terdapat beberapa subtopik.Teknik atau Cara Menulis Naskah Pidato

Tahap-tahap Menyusun/Menulis Naskah Pidato

Ada beberapa tahap yang harus dilakukan dalam menulis naskah pidato yaitu Memilih Subjek dan Membatasi Tujuan Umum Pidato

  1. Membatasi subjek untuk mencocokkan waktu yang tersedia, menjaga kesatuan dan kepaduan pidato
  2. Menyusun ide pokok menurut tahap-tahap urutan alur dasar pidato (perhatian, kebutuhan, kepuasan, dan lain-lain) atau menurut salah satu pola organisasi.
  3. Memasukkan dan menyusun submateri yang berhubungan di setiap pokok.
  4. Mengisi materi pendukung yang memperkuat atau membuktikan ide.
  5. Memeriksa draft kasar, untuk meyakinkan bahwa subjek telah cukup terekam dan mencerminkan tujuan khusus pidato.

Nah demikianlah Teknik atau Cara Menulis Naskah Pidato,

Jika anda ingin contoh pidato lengkap klik disini Kumpulan Contoh Pidato Lengkap.

Macam – Macam Pidato dan Contoh Pidato

Macam – Macam Pidato dan Contoh Pidato

Naskah pidato seperti juga naskah dialog, ditulis untuk ditampilkan. Perbedaannya, naskah dialog ditampilkan oleh beberapa orang, sedangkan pidato ditampilkan oleh seorang saja. Selain itu, komunikasi dalam dialog dilakukan di antara pemeran, sedangkan di dalam pidato, komunikasi terjadi antara yang berpidato dengan pendengar.

Sebenarnya, pidato tidak selalu harus menggunakan naskah lengkap, bahkan ada pidato yang sama sekali tidak menggunakan naskah. Bila Anda akan berpidato dengan menggunakan naskah, maka Anda harus menyiapkan naskah tersebut terlebih dahulu. Dengan demikian, Anda harus memiliki keterampilan menulis naskah pidato.

Sebelum Anda berlatih menulis naskah pidato, ada baiknya terlebih dahulu Anda memahami macam-macam pidato dan hal-hal yang berkenaan dengan naskah pidato.

Macam - Macam Pidato dan Contoh Pidato

Macam – Macam Pidato berdasarkan Tujuan

Berdasarkan tujuannya, macam-macam pidato dapat digolongkan menjadi beberapa, yaitu: (1) pidato informasi; (2) pidato persuasi; dan (3) pidato aksi.

1. Pidato Informasi

Pidato Informasi adalah pidato yang dilakukan dengan tujuan menginformasikan, memberitahukan, atau menjelaskan sesuatu. Suasana yang serius dan tertib benar-benar dibutuhkan pada jenis pidato ini, perhatian akan dipusatkan pada pesan yang akan disampaikan. Dalam hal ini, orang yang berpidato haruslah orang yang dapat berbicara dengan jelas, sistematis, dan tepat isi agar informasi yang disampaikan benar-benar terjaga keakuratannya. Dengan demikian, pendengar akan berusaha menangkap informasi dengan sungguh-sunguh.

Contoh pidato informasi 

Beberapa contoh pidato informasi antara lain: (a) pidato Ketua Umum Pemilu tentang hasil pemilihan suara; dan (b) pidato Mensekneg sehabis sidang kabinet.

2. Pidato Persuasi

Pidato Persuasi adalah pidato yang bertujuan menyakinkan pendengar tentang sesuatu. Pada jenis pidato ini, orang yang berpidato benar-benar dituntut memiliki keterampilan berbicara yang baik, karena bertugas untuk mengubah sikap pendengarnya dari tidak setuju menjadi setuju, dan tidak mau membantu menjadi mau membantu, dari tidak percaya menjadi percaya. Dalam pidato ini, si pembicara atau orang yang berpidato harus melandaskan isi pembicaraannya pada argumentasi yang nalar, logis, masuk akal, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Contoh pidato persuasi

Beberapa contoh pidato persuasi antara lain: (1) pidato pimpinan partai di daerah yang kurang menyenangi partai tersebut; (2) pidato pimpinan BRI pada masyarakat yang lebih senang berhubungan dengan tengkulak; atau (3) pidato calon kepala desa di daerah yang massanya belum simpati kepadanya.

3. Pidato Aksi

Pidato Aksi adalah pidato yang bertujuan untuk menggerakkan. Pidato aksi memiliki persamaan dengan pidato persuasi. Perbedaannya pada pidato persuasi hasil yang diharapkan ditujukan pada kepentingan pribadi atau lembaga, sedangkan pidato aksi bertujuan untuk mencapai tujuan bersama. Pada pidato jenis ini, orang yang berpidato haruslah orang yang berwibawa, tokoh idola, atau panutan masyarakat yang memiliki keterampilan berbicara dan pandai membangkitkan semangat.

Contoh pidato aksi

Beberapa contoh pidato aksi antara lain: (1) pidato presiden Soekarno pada saat menggerakkan rakyat Indonsia untuk tetap memiliki semangat dalam berjuang melawan penjajah; atau (2) pidato Bung Tomo saat menggerakkan para pemuda dengan cara membangkitkan semangat juang mereka pada Peristiwa 10 November 1945 di Surabaya.

Itulah beberapa macam pidato dan contoh pidato. Nah setelah mengetahui macam-macam pidato dan contoh pidato selanjutnya adalah mempersiapkan pidato agar pidato kita berjalan lancar.

Persiapan yang dilakukan sebelum Pidato

Untuk mempersiapkan sebuah pidato yang baik, perlu diperhatikan tujuh langkah. Tujuh langkah dalam mempersiapkan pidato tersebut yaitu :

  1. merumuskan tujuan pidato;
  2. menganalisis pendengar dan situasi;
  3. memilih dan menyampaikan topik;
  4. mengumpulkan bahan.
  5. membuat kerangka;
  6. menguraikan isi pidato secara terperinci; dan
  7. berlatih dengan suara nyaring.

Ketujuh langkah persiapan pidato tersebut dapat dikelompokkan menjadi tiga kegiatan, yaitu:

  1. meneliti masalah, yang terdiri atas langkah-langkah (1), (2), dan (3);
  2. menyusun atau menulis naskah pidato, yang terdiri atas langkah-langkah (4), (5), dan (6);
  3. latihan oral, yaitu langkah (7).

Urutan kelompok kegiatan dalam persiapan pidato tersebut di atas tidak boleh diubah. Perubahan urutan dalam hal ini hanya dimungkinkan mengubah urutan langkah yang terdapat pada tipe kelompok, misalnya kelompok kegiatan (1) yang seharusnya terdiri atas kegiatan a, b, dan c, menjadi kegiatan b, a kemudian c, begitu pula pada kelompok kegiatan (2).

Nah demikianlah beberapa hal mengenai macam-macam pidato beserta contoh pidato, semoga bermanfaat.