Contoh Pidato Singkat : Langkah Menyusun Teks Pidato

Contoh Pidato Singkat dan Langkah Menyusun Teks Pidato

Pidato adalah penyampaian uraian secara lisan tentang sesuatu hal di depan umum. Sebelum memulai berpidato, kamu harus mengetahui langkah-langkah apa saja yang harus dipersiapkan untuk melakukan pidato.

Kalau kita perhatikan dengan saksama, kepala sekolah berpidato terlihat sangat baik dan terarah. Dalam berpidato tersebut kepala sekolah tentu memiliki kerangka dan naskah pidato sebelum memberikan pidato didepan siswanya. Secara teori pidato memang ada aturan, atau pedoman dalam meyusun pidato. Ada urutan dalam pidato sehingga tidak kelihatan pidato asal-asalan.

Langkah-langkah Menyusun Teks Pidato

  1. Menentukan topik, tentu topik yang menarik, sesuai dengan daya tangkap pendengar, dan alokasi waktu yang tersedia.
  2. Menentukan maksud dan tujuan.
  3. Mengumpulkan bahan pidato.
  4. Pemahaman dan penghayatan materi yang akan disampaikan.

Contoh Pidato Singkat Kepala Sekolah

Contoh Pidato Singkat dan Langkah Menyusun Teks Pidato
Contoh Pidato Singkat

Secara garis besar, sebuah naskah pidato memuat salam pembuka, pendahuluan, isi/inti pidato, kesimpulan, dan penutup seperti yang sudah saya sampaikan di ulasan sebelumnya tetang Cara Menulis Naskah Pidato.

1.      Salam pembuka

Pidato biasanya diawali dengan kata pembuka, misalnya:

a.       Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

b.       Salam sejahtera untuk kita semua.

c.       Bapak, Ibu, dan hadirin sekalian yang terhormat.

2.      Pendahuluan, adalah pengantar ke arah pokok-pokok materi yang akan disampaikan.

Bagian pendahuluan biasanya berisi sebagai berikut.

a.       Puji syukur kepada Tuhan.

b.       Ucapan terima kasih kepada pihak tertentu.

c.       Maksud menyampaikan pidato.

Kemudian diikuti oleh sedikit penjelasan mengenai pokok masalah yang akan kita uraikan.

3.      Isi atau inti pidato berisi uraian yang perlu disampaikan.

Isi pidato merupakan uraian yang menjelaskan secara rinci semua materi dan persoalan yang dibahas dalam pidato. Sampaikanlah materi utama yang hendak dicarakan. Kemukakan contoh, ilustrasi, cerita-cerita yang berkenaan dengan materi utama. Hindari penyampaian materi yang bersifat menggurui.

4.      Kesimpulan

Kesimpulan ini sangat penting karena dengan menyimpulkan segala sesuatu yang telah dibicarakan dan ditambah dengan penjelasan dan anjuran, para hadirin dapat menghayati maksud dan tujuan semua yang dibicarakan. Hal ini karena apa yang terakhir dikatakan biasanya lebih mudah dan lebih lama diingat.

5.      Salam penutup

Tutuplah pidato dengan kesan yang baik. Ucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah mendukung terlaksananya pidato tersebut.

a.       Atas perhatiannya Bapak dan Ibu, saya ucapkan terima kasih

b.       Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Nah demikianlah Contoh Pidato Singkat dan Langkah Menyusun Teks Pidato, semoga bermanfaat.

Cara Membuat Jadwal Pelajaran

contoh kata pengantar makalah agama pendidikan narkoba

Cara Membuat Jadwal Pelajaran

Bagaimana cara membuat jadwal pelajaran yang baik? Ada beberapa hal yang harus kita pertimbangkan sebelum membuat jadwal pelajaran, sehingga cara membuat jadwal pelajaran ini tidak mengganggu waktu untuk pribadi dan untuk pelajaran, atau bisa adil dalam pembagian waktu.

Pelajar adalah manusia. Maka kita tidak bisa menghindarkan diri kita dari masalah waktu. Pelajar jangan menjadi budak waktu, tetapi harus menjadi majikan waktu. Mereka harus memakai rintangan waktu dan 24 jam itu dengan sebaik-sebaiknya tanpa ada waktu yang berlalu dan terbuang dengan sia-sia. Pelajar mempunyai wewenang dan kekuasaan untuk mengatur waktu, bukan memiliki daya untuk mengendalikan perjalan waktu. Oleh karena itu, aturlah pembagian waktu belajar berdasarkan perjalanan waktu siang dan malam.

CARA MEMBUAT JADWAL PELAJARAN

Masalah pengaturan waktu inilah yang menjadi persoalan bagi pelajar. Banyak pelajar yang mengeluh karena tidak dapat membagi waktu dengan tepat dan baik. Akibatnya waktu yang seharusnya dimanfaatkan, terbuang dengan percuma. Waktu berlalu tanpa makna. Prestasi pelajar yang diidam-idamkan yang di capai hanya tinggal harapan. Sebaliknya membuahkan hasil kekecewaan, oleh karna itu, betapa pentingnya bagi pelajar membagi waktu belajarnya dengan cara membuat jadwal pelajaran.

Cara membuat jadwal pelajaran yang baik

  • Memperhitungkan waktu setiap hari untuk keperluan-keperluan tidur, makan, belajar, mandi, olah raga dan lain-lain.
  • Melodiki dan menentukan waktu yang tersedia setiap hari.
  • Merencanakan penggunaan belajar. Untuk itu dengan cara menetapkan jen

  • is-jenis mata pelajarannya dan urutan yang seharusnya dipelajari.
  • Menyelidiki waktu mana yang dapat digunakan untuk belajar dengan hasil yang baik.
  • Berhematlah dengan waktu, dan janganlah ragu-ragu untuk memulai pekerjaan, termasuk belajar.

Ada cara lain untuk membuat jadwal pelajaran. Cara membuat jadwal pelajaran adalah sebagai berikut:

  1. Tidur                                      :         8 jam
  2. Makan,mandi,olahraga  :         3 jam
  3. Urusan pribadi dll            :         2 jam
  4. Sisa (a,b,c) buat belajar :         11 jam

Waktu 11 jam ini digunakan untuk belajar disekolah kurang lebih 7 jam, Sedangkan sisa yang 4 jam digunakan untuk belajar dirumah/diperpustakaan. Kemudian mata pelajaran yang dipelajari untuk setiap harinya diatur atau ditentukan, sehingga pada hari tertentu (contoh tiap rabu) mempelajari mata pelajaran yang sama secara sunggah-sungguh. Hari minggu untuk rekreasi agar kesegaran badan yang sudah 6 hari digunakan untuk belajar itu, pada hari minggunya digunakan untuk hal-hal yang bermanfaat.

 

Yang berikutnya kita akan sama-sama belajar membuat perencanaan jadwal pelajaran yang efektif. Cara membuat jadwal pelajaran yang baik harus efektif.

Rencana Jadwal Belajar Efektif

  1. Beri waktu yang cukup untuk tidur, makan dan kegiatan hiburan.
  2. Prioritaskan tugas-tugas.
  3. Luangkan waktu untuk diskusi atau mengulang bahan sebelum kelas.
  4. Atur waktu untuk mengulang langsung bahan pelajaran setelah kelas. Ingatlah bahwa kemungkinan terbesar untuk lupa terjadi dalam waktu 24 jam tanpa review.
  5. Jadwalkan waktu 50 menit untuk setiap sesi belajar. · Pilih tempat yang nyaman (tidak mengganggu konsentrasi) untuk belajar.
  6. Rencanakan juga “deadline”.
  7. Jadwalkan waktu belajarmu sebanyak mungkin pada pagi/siang/sore hari.
  8. Jadwalkan review bahan pelajaran mingguan.
  9. Hati-hati, jangan sampai diperbudak oleh jadwalmu sendiri!

Pesoalannya sekarang adalah berapa lama pelajar mempelajari setiap mata pelajaran.

  1. Semakin dewasa dan matang pikiran seorang pelajar, harus dapat belajar semakin lama.
  2. Semakin sukar suatu mata pelajaran, semakin panjang waktu pelajar itu seharusnya dapat mempelajarinya pada waktu tertentu.

Semakin lambat masa penghangatan seorang pelajar mempelajari suatu mata pelajaran, semakin lama ia harus mempelajarinya.

Itulah sedikit tips atau cara membuat jadwal pelajaran yang baik, saya hanya berbagi mudah-mudahan tips atau cara membuat jadwal pelajaran diatas bermanfaat.

Contoh Teks Pidato Bertema Pendidikan

Contoh Teks Pidato Bertema Pendidikan

Berpidato adalah salah satu keharusan bagi seorang pemimpin. Dalam berbagai acara suatu pemimpin atau orang yang memiliki jabatan khususnya dalam bidang pendidikan pasti ada pidato. Akan tetapi tidak semuanya memiliki teks pidato bertema pendidikan. Bagi yang tidak ada persiapan untuk naskah pidato yang akan disampaikan pasti akan ada rasa gugup dalam berpidato.

Sebelum kita membahas lebih lanjut seperti apa contoh pidato yang akan saya sampaikan ada bagusnya jika kita pelajari dulu apa itu manfaat pidato. Peranan pidato, ceramah, penyajian lisan kepada suatu kelompok massa merupakan suatu hal yang penting. Mereka yang mahir berbicara dengan mudah dapat mengusai massa, dan berhasil memaparkan gagasan mereka sehingga dapat diterima oleh orang lain. Seorang tokoh dalam masyarakat, pemimpin, sarjana, dan seorang ahli harus memiliki keterampilan berbicara yang baik. Pembicara yang baik memiliki keberanian, ketenangan sikap di depan massa, sanggup mengadakan reaksi yang cepat dan tepat, mampu menampilkan gagasan-gagasannya secara lancar dan teratur, serta memperlihatkan sikap dan gerak-gerik yang tidak canggung (Keraf, 1984: 315).

Di dalam berpidato, terdapat faktor-faktor yang mempengaruhi keefektivan di dalam berbicara. Pidato yang efektif dapat terwujud bila menguasai beberapa hal, antara lain: penguasaan bahasa yang baik dan lancar, keberanian, ketenangan sikap di depan massa, sanggup mengadakan reaksi yang cepat dan tepat, sanggup manampilkan  gagasan secara lancar dan teratur, serta memperlihatkan suatu sikap dan gerak-gerik yang tidak kaku dan canggung.

Contoh Teks Pidato Bertema Pendidikan

Oleh karena itu, bagi anda yang akan berpidato bertema pendidikan, setidaknya harus menyiapkan teks pidato terlebih dahulu, jika hal tersebut tidak sempat cara terakhir adalah mencari contoh teks pidato bertema pendidikan di internet. Sudah banyak teman-teman yang membagi atau menshare teks pidato mereka ke internet dengan tujuan membantu anda yang sedang kesulitan dalam mencari contoh pidato bertema pendidikan.

Hal – hal lain yang perlu diperhatikan dalam penyampaian pidato adalah mempunyai minat dan keberanian tampil di hadapan public, memiliki kemampuan menyampaikan dan memiliki suara yang baik, simpatik dan berbakat (Bahar,2010:16). Jika berpidato di depan massa, harus diperhatikan tingkat pengetahuan massa, waktu berbicara tidak lama, pembicara harus sabar, dan menyesuaikan gaya dengan massa.

Nah, Menjawab kebutuhan akan contoh pidato bertema pendidikan yang anda cari, maka pada kesempatan ini ruangguruku.com akan mencoba mempublikasikan contoh teks pidato bertema pendidikan kepada Anda, dengan harapan agar Anda dapat terbantu dalam membuat naskah pidato yang lebih baik lagi.

Download Contoh Teks Pidato Betema Pendidikan

  1. Pidato Hari Pendidikan Nasional klik disini
  2. Pidato Kenakalan Remaja klik disini
  3. Pidato Bahaya Narkoba klik disini
  4. Pidato Perpisahan klik disini
  5. Pidato Hari Guru klik disini
  6. Pidato Hari Pahlawan klik disini
  7. dll

Video Pidato Kebangsaan B. J. Habibie – Pidato Hari Pancasila 2011

Video Pidato Kebangsaan Sosilo Bambang Yudhoyono – Hari Pancasila 2011

Nah itulah beberapa contoh teks pidato bertema pendidikan yang bisa anda download, semoga bermanfaat.

Contoh Teks Pidato Bertema Pendidikan

Contoh Teks Pidato Bertema Pendidikan

Berpidato adalah salah satu keharusan bagi seorang pemimpin. Dalam berbagai acara suatu pemimpin atau orang yang memiliki jabatan khususnya dalam bidang pendidikan pasti ada pidato. Akan tetapi tidak semuanya memiliki teks pidato bertema pendidikan. Bagi yang tidak ada persiapan untuk naskah pidato yang akan disampaikan pasti akan ada rasa gugup dalam berpidato.

Sebelum kita membahas lebih lanjut seperti apa contoh pidato yang akan saya sampaikan ada bagusnya jika kita pelajari dulu apa itu manfaat pidato. Peranan pidato, ceramah, penyajian lisan kepada suatu kelompok massa merupakan suatu hal yang penting. Mereka yang mahir berbicara dengan mudah dapat mengusai massa, dan berhasil memaparkan gagasan mereka sehingga dapat diterima oleh orang lain. Seorang tokoh dalam masyarakat, pemimpin, sarjana, dan seorang ahli harus memiliki keterampilan berbicara yang baik. Pembicara yang baik memiliki keberanian, ketenangan sikap di depan massa, sanggup mengadakan reaksi yang cepat dan tepat, mampu menampilkan gagasan-gagasannya secara lancar dan teratur, serta memperlihatkan sikap dan gerak-gerik yang tidak canggung (Keraf, 1984: 315).

Di dalam berpidato, terdapat faktor-faktor yang mempengaruhi keefektivan di dalam berbicara. Pidato yang efektif dapat terwujud bila menguasai beberapa hal, antara lain: penguasaan bahasa yang baik dan lancar, keberanian, ketenangan sikap di depan massa, sanggup mengadakan reaksi yang cepat dan tepat, sanggup manampilkan  gagasan secara lancar dan teratur, serta memperlihatkan suatu sikap dan gerak-gerik yang tidak kaku dan canggung.

Contoh Teks Pidato Bertema Pendidikan

Oleh karena itu, bagi anda yang akan berpidato bertema pendidikan, setidaknya harus menyiapkan teks pidato terlebih dahulu, jika hal tersebut tidak sempat cara terakhir adalah mencari contoh teks pidato bertema pendidikan di internet. Sudah banyak teman-teman yang membagi atau menshare teks pidato mereka ke internet dengan tujuan membantu anda yang sedang kesulitan dalam mencari contoh pidato bertema pendidikan.

Hal – hal lain yang perlu diperhatikan dalam penyampaian pidato adalah mempunyai minat dan keberanian tampil di hadapan public, memiliki kemampuan menyampaikan dan memiliki suara yang baik, simpatik dan berbakat (Bahar,2010:16). Jika berpidato di depan massa, harus diperhatikan tingkat pengetahuan massa, waktu berbicara tidak lama, pembicara harus sabar, dan menyesuaikan gaya dengan massa.

Nah, Menjawab kebutuhan akan contoh pidato bertema pendidikan yang anda cari, maka pada kesempatan ini ruangguruku.com akan mencoba mempublikasikan contoh teks pidato bertema pendidikan kepada Anda, dengan harapan agar Anda dapat terbantu dalam membuat naskah pidato yang lebih baik lagi.

Download Contoh Teks Pidato Betema Pendidikan

  1. Pidato Hari Pendidikan Nasional klik disini
  2. Pidato Kenakalan Remaja klik disini
  3. Pidato Bahaya Narkoba klik disini
  4. Pidato Perpisahan klik disini
  5. Pidato Hari Guru klik disini
  6. Pidato Hari Pahlawan klik disini
  7. dll

Video Pidato Kebangsaan B. J. Habibie – Pidato Hari Pancasila 2011

Video Pidato Kebangsaan Sosilo Bambang Yudhoyono – Hari Pancasila 2011

Nah itulah beberapa contoh teks pidato bertema pendidikan yang bisa anda download, semoga bermanfaat.

Cara Menulis Naskah Pidato

Cara Menulis Naskah Pidato

Seperti telah dijelaskan pada postingan yang lalu (baca dulu Macam-Macam Pidato dan Contoh Pidato), bahwa pidato dapat dilakukan dengan tanpa menggunakan naskah atau dengan menggunakan kerangka sebagai pedoman atau pegangan, dan atau dengan menggunakan naskah baik dihafal maupun dibacakan. Bila Anda melakukan pidato dengan menggunakan naskah, maka yang pertama kali harus Anda lakukan adalah menyiapkan naskah pidato tersebut.

Untuk dapat menulis naskah pidato secara efektif, Anda harus memiliki pengetahuan tentang teknik menyusun atau menulis naskah pidato. Untuk itu ikutilah uraian berikut.

Teknik atau Cara Menulis Naskah Pidato

Pada uraian di atas telah dijelaskan bahwa menulis naskah pidato harus melalui tiga kegiatan yaitu, mengumpulkan bahan, membuat kerangka, dan menguraikan isi naskah pidato secara terperinci. Penjelasannya adalah sebagai berikut.

a.    Mengumpulkan Bahan

Setelah Anda meneliti persoalan dan merumuskan tujuan pidato serta menganlisis pendengar, maka Anda sudah siap untuk menggarap naskah pidato. Anda boleh mulai menulis naskah pidato dengan menggunakan hal apa yang telah Anda ketahui mengenai persoalan yang akan Anda bicarakan/sampaikan. Jika hal ini Anda anggap kurang cukup, maka Anda harus mencari bahan-bahan tambahan yang berupa fakta, ilustrasi, cerita atau pokok-pokok yang konkret untuk mengembangkan pidato ini. Tidak ada salahnya Anda bertanya kepada orang/pihak yang mengetahui persoalan yang akan Anda bicarakan. Buku-buku, perturan-peraturan, majalah-majalah, dan surat kabar merupakan sumber informasi yang kaya yang dapat Anda gunakan sebagai bahan dalam rangka menguraikan isi pidato Anda.

b.    Membuat Kerangka Pidato

Kerangka dasar dapat Anda buat sebelum mencari bahan-bahan, yaitu dengan menentukan pokok-pokok yang akan dibicarakan, sedangkan kerangka yang terperinci baru dapat Anda buat setelah bahan-bahan selesai Anda kumpulkan. Dengan bahan-bahan itu Anda dapat menyusun pokok-pokok yang paling penting dalam tata urut yang baik, di bawah pokok-pokok utama tadi. Di dalam kerangka ini harus terlihat adanya kesatuan dan koherensi antarbagian Sebagai gambaran perhatikanlah contoh kerangka pidato di bawah ini.

Contoh Kerangka Pidato

Inti dari kerangka pidato adalah: (1) pendahuluan, (2) isi, dan (3) penutup

  1. Pendahuluan: bagian pendahuluan memuat salam pembuka, ucapan terima kasih (bila ada yang diberi ucapan), dan kata pengantar untuk menuju kepada isi pidato;
  2. Isi: bagian ini memuat uraian pokok yang terdiri atas topik atau pokok utama dan sub-subtopik yang memperjelas atau menghubungkan dengan topik utama;
  3. Penutup: bagian penutup memuat kesimpulan, harapan (bila ada), dan salam penutup.

c.    Menguraikan isi pidato

Dengan menggunakan kerangka yang telah Anda buat, ada dua hal yang Anda lakukan: (1) Anda dapat mempergunakan kerangka tersebut untuk berpidato, yaitu berpidato dengan menggunakan metode ekstemporan, dan (2) menulis atau meyusun naskah pidato secara lengkap yang Anda bacakan atau Anda hafalkan.

Bagian-bagian yang terdapat dalam dalam kerangka pidato di atas akan dijelaskan lebih lanjut pada uraian berikut ini.

Butir (1) dan butir(3), yaitu bagian pendahuluan dan bagian penutup tidak memuat inti pembicaraan atau isi pidato, sehingga tidak diuraikan secara terperinci di sini tetapi dapat dilihat langsung pada contoh naskah pidato setelah bahasan ini selesai dibicarakan. Jadi, yang akan diperjelas secara rinci adalah bagian isi pidato

d.    Struktur Isi Pidato

Struktur isi pidato adalah rangkaian isi pidato dari awal hingga akhir. Rangkaian ini disusun agar pidato berlangsung menarik dan tujuan pidato tercapai dengan baik. Ada beberapa cara merangkai isi pidato, antara lain: (1) mengikuti alur dasar pidato, dan (2) mengikuti pola organisasi pidato.

(1) Alur dasar pidato, yaitu rangkaian isi pidato yang mengikuti alur dasar pidato yang bergerak melalui tiga tahap: (a) tahap perhatian, yaitu tahap pertama yang dilakukan pembicara dengan baik; (b) tahap kebutuhan, yaitu tahap yang dilakukan pembicara dalam menjelaskan pentingnya masalah yang akan dibicarakan sehingga pendengar akan berusaha memahami masalah atau hal-hal penting yang disampaikan pembicara. (c) tahap penyajian, yaitu merupakan tahap pembicara menyajikan materi pidato yang telah dipersiapkan melalui naskah kerangka pidato.

Itulah tahap-tahap yang dilalui seorang pembicara dalam menyelesaikan pidatonya, tetapi penjelasan tahap-tahap di atas adalah tahap yang dilalui pada jenis pidato informasi. Sekarang mari kita lihat beberapa pola organisasi pidato yang dapat Anda pilih!

(2) Pola Organisasi Pidato, pola organisasi pidato dapat digolongkan ke dalam tiga tipe besar, yaitu (a) pola uraian; (b) pola sebab, dan (c) pola topik.

Baiklah mari ikuti uraiannya.

  1. pola   uraian;   ada   dua   macam   urutan   yang   digunakan   untuk menyusun/menulis isi pidato, yaitu: urutan kronologis dan urutan ruang. Urutan kronologis, adalah susunan isi yang dimulai dari periode atau data tertentu, bergerak maju atau mundur secara sistematis. Sementara itu, urutan ruang adalah susunan isi yang berurutan berdasarkan kedekatan fisik satu dengan yang lainnya. Umpamanya, membicarakan mulai dari SD A kemudian menunjuk ke SD B yang letaknya paling dekat dengan SD A tadi, dan seterusnya.
  2. pola sebab; sebagaimana terlihat dari namanya, organisasi pidato yang menggunakan pola sebab yang bergerak dari satu analisis sebab di saat ini bergerak ke arah analisis akibat di masa yang akan datang, atau dari deskripsi kondisi di saat ini bergerak ke arah analisis sebab-sebab yang memunculkannya.
  3. pola topik; pola organisasi pidato yang menggunakan pola topik dilakukan apabila materi yang dibicarakan lebih dari satu periode atau kelompok. Oleh karena itu, di dalam isi pidato akan terdapat beberapa subtopik.Teknik atau Cara Menulis Naskah Pidato

Tahap-tahap Menyusun/Menulis Naskah Pidato

Ada beberapa tahap yang harus dilakukan dalam menulis naskah pidato yaitu Memilih Subjek dan Membatasi Tujuan Umum Pidato

  1. Membatasi subjek untuk mencocokkan waktu yang tersedia, menjaga kesatuan dan kepaduan pidato
  2. Menyusun ide pokok menurut tahap-tahap urutan alur dasar pidato (perhatian, kebutuhan, kepuasan, dan lain-lain) atau menurut salah satu pola organisasi.
  3. Memasukkan dan menyusun submateri yang berhubungan di setiap pokok.
  4. Mengisi materi pendukung yang memperkuat atau membuktikan ide.
  5. Memeriksa draft kasar, untuk meyakinkan bahwa subjek telah cukup terekam dan mencerminkan tujuan khusus pidato.

Nah demikianlah Teknik atau Cara Menulis Naskah Pidato,

Jika anda ingin contoh pidato lengkap klik disini Kumpulan Contoh Pidato Lengkap.

Cara Menulis Naskah Pidato

Cara Menulis Naskah Pidato

Seperti telah dijelaskan pada postingan yang lalu (baca dulu Macam-Macam Pidato dan Contoh Pidato), bahwa pidato dapat dilakukan dengan tanpa menggunakan naskah atau dengan menggunakan kerangka sebagai pedoman atau pegangan, dan atau dengan menggunakan naskah baik dihafal maupun dibacakan. Bila Anda melakukan pidato dengan menggunakan naskah, maka yang pertama kali harus Anda lakukan adalah menyiapkan naskah pidato tersebut.

Untuk dapat menulis naskah pidato secara efektif, Anda harus memiliki pengetahuan tentang teknik menyusun atau menulis naskah pidato. Untuk itu ikutilah uraian berikut.

Teknik atau Cara Menulis Naskah Pidato

Pada uraian di atas telah dijelaskan bahwa menulis naskah pidato harus melalui tiga kegiatan yaitu, mengumpulkan bahan, membuat kerangka, dan menguraikan isi naskah pidato secara terperinci. Penjelasannya adalah sebagai berikut.

a.    Mengumpulkan Bahan

Setelah Anda meneliti persoalan dan merumuskan tujuan pidato serta menganlisis pendengar, maka Anda sudah siap untuk menggarap naskah pidato. Anda boleh mulai menulis naskah pidato dengan menggunakan hal apa yang telah Anda ketahui mengenai persoalan yang akan Anda bicarakan/sampaikan. Jika hal ini Anda anggap kurang cukup, maka Anda harus mencari bahan-bahan tambahan yang berupa fakta, ilustrasi, cerita atau pokok-pokok yang konkret untuk mengembangkan pidato ini. Tidak ada salahnya Anda bertanya kepada orang/pihak yang mengetahui persoalan yang akan Anda bicarakan. Buku-buku, perturan-peraturan, majalah-majalah, dan surat kabar merupakan sumber informasi yang kaya yang dapat Anda gunakan sebagai bahan dalam rangka menguraikan isi pidato Anda.

b.    Membuat Kerangka Pidato

Kerangka dasar dapat Anda buat sebelum mencari bahan-bahan, yaitu dengan menentukan pokok-pokok yang akan dibicarakan, sedangkan kerangka yang terperinci baru dapat Anda buat setelah bahan-bahan selesai Anda kumpulkan. Dengan bahan-bahan itu Anda dapat menyusun pokok-pokok yang paling penting dalam tata urut yang baik, di bawah pokok-pokok utama tadi. Di dalam kerangka ini harus terlihat adanya kesatuan dan koherensi antarbagian Sebagai gambaran perhatikanlah contoh kerangka pidato di bawah ini.

Contoh Kerangka Pidato

Inti dari kerangka pidato adalah: (1) pendahuluan, (2) isi, dan (3) penutup

  1. Pendahuluan: bagian pendahuluan memuat salam pembuka, ucapan terima kasih (bila ada yang diberi ucapan), dan kata pengantar untuk menuju kepada isi pidato;
  2. Isi: bagian ini memuat uraian pokok yang terdiri atas topik atau pokok utama dan sub-subtopik yang memperjelas atau menghubungkan dengan topik utama;
  3. Penutup: bagian penutup memuat kesimpulan, harapan (bila ada), dan salam penutup.

c.    Menguraikan isi pidato

Dengan menggunakan kerangka yang telah Anda buat, ada dua hal yang Anda lakukan: (1) Anda dapat mempergunakan kerangka tersebut untuk berpidato, yaitu berpidato dengan menggunakan metode ekstemporan, dan (2) menulis atau meyusun naskah pidato secara lengkap yang Anda bacakan atau Anda hafalkan.

Bagian-bagian yang terdapat dalam dalam kerangka pidato di atas akan dijelaskan lebih lanjut pada uraian berikut ini.

Butir (1) dan butir(3), yaitu bagian pendahuluan dan bagian penutup tidak memuat inti pembicaraan atau isi pidato, sehingga tidak diuraikan secara terperinci di sini tetapi dapat dilihat langsung pada contoh naskah pidato setelah bahasan ini selesai dibicarakan. Jadi, yang akan diperjelas secara rinci adalah bagian isi pidato

d.    Struktur Isi Pidato

Struktur isi pidato adalah rangkaian isi pidato dari awal hingga akhir. Rangkaian ini disusun agar pidato berlangsung menarik dan tujuan pidato tercapai dengan baik. Ada beberapa cara merangkai isi pidato, antara lain: (1) mengikuti alur dasar pidato, dan (2) mengikuti pola organisasi pidato.

(1) Alur dasar pidato, yaitu rangkaian isi pidato yang mengikuti alur dasar pidato yang bergerak melalui tiga tahap: (a) tahap perhatian, yaitu tahap pertama yang dilakukan pembicara dengan baik; (b) tahap kebutuhan, yaitu tahap yang dilakukan pembicara dalam menjelaskan pentingnya masalah yang akan dibicarakan sehingga pendengar akan berusaha memahami masalah atau hal-hal penting yang disampaikan pembicara. (c) tahap penyajian, yaitu merupakan tahap pembicara menyajikan materi pidato yang telah dipersiapkan melalui naskah kerangka pidato.

Itulah tahap-tahap yang dilalui seorang pembicara dalam menyelesaikan pidatonya, tetapi penjelasan tahap-tahap di atas adalah tahap yang dilalui pada jenis pidato informasi. Sekarang mari kita lihat beberapa pola organisasi pidato yang dapat Anda pilih!

(2) Pola Organisasi Pidato, pola organisasi pidato dapat digolongkan ke dalam tiga tipe besar, yaitu (a) pola uraian; (b) pola sebab, dan (c) pola topik.

Baiklah mari ikuti uraiannya.

  1. pola   uraian;   ada   dua   macam   urutan   yang   digunakan   untuk menyusun/menulis isi pidato, yaitu: urutan kronologis dan urutan ruang. Urutan kronologis, adalah susunan isi yang dimulai dari periode atau data tertentu, bergerak maju atau mundur secara sistematis. Sementara itu, urutan ruang adalah susunan isi yang berurutan berdasarkan kedekatan fisik satu dengan yang lainnya. Umpamanya, membicarakan mulai dari SD A kemudian menunjuk ke SD B yang letaknya paling dekat dengan SD A tadi, dan seterusnya.
  2. pola sebab; sebagaimana terlihat dari namanya, organisasi pidato yang menggunakan pola sebab yang bergerak dari satu analisis sebab di saat ini bergerak ke arah analisis akibat di masa yang akan datang, atau dari deskripsi kondisi di saat ini bergerak ke arah analisis sebab-sebab yang memunculkannya.
  3. pola topik; pola organisasi pidato yang menggunakan pola topik dilakukan apabila materi yang dibicarakan lebih dari satu periode atau kelompok. Oleh karena itu, di dalam isi pidato akan terdapat beberapa subtopik.Teknik atau Cara Menulis Naskah Pidato

Tahap-tahap Menyusun/Menulis Naskah Pidato

Ada beberapa tahap yang harus dilakukan dalam menulis naskah pidato yaitu Memilih Subjek dan Membatasi Tujuan Umum Pidato

  1. Membatasi subjek untuk mencocokkan waktu yang tersedia, menjaga kesatuan dan kepaduan pidato
  2. Menyusun ide pokok menurut tahap-tahap urutan alur dasar pidato (perhatian, kebutuhan, kepuasan, dan lain-lain) atau menurut salah satu pola organisasi.
  3. Memasukkan dan menyusun submateri yang berhubungan di setiap pokok.
  4. Mengisi materi pendukung yang memperkuat atau membuktikan ide.
  5. Memeriksa draft kasar, untuk meyakinkan bahwa subjek telah cukup terekam dan mencerminkan tujuan khusus pidato.

Nah demikianlah Teknik atau Cara Menulis Naskah Pidato,

Jika anda ingin contoh pidato lengkap klik disini Kumpulan Contoh Pidato Lengkap.

Macam – Macam Pidato dan Contoh Pidato

Macam – Macam Pidato dan Contoh Pidato

Naskah pidato seperti juga naskah dialog, ditulis untuk ditampilkan. Perbedaannya, naskah dialog ditampilkan oleh beberapa orang, sedangkan pidato ditampilkan oleh seorang saja. Selain itu, komunikasi dalam dialog dilakukan di antara pemeran, sedangkan di dalam pidato, komunikasi terjadi antara yang berpidato dengan pendengar.

Sebenarnya, pidato tidak selalu harus menggunakan naskah lengkap, bahkan ada pidato yang sama sekali tidak menggunakan naskah. Bila Anda akan berpidato dengan menggunakan naskah, maka Anda harus menyiapkan naskah tersebut terlebih dahulu. Dengan demikian, Anda harus memiliki keterampilan menulis naskah pidato.

Sebelum Anda berlatih menulis naskah pidato, ada baiknya terlebih dahulu Anda memahami macam-macam pidato dan hal-hal yang berkenaan dengan naskah pidato.

Macam - Macam Pidato dan Contoh Pidato

Macam – Macam Pidato berdasarkan Tujuan

Berdasarkan tujuannya, macam-macam pidato dapat digolongkan menjadi beberapa, yaitu: (1) pidato informasi; (2) pidato persuasi; dan (3) pidato aksi.

1. Pidato Informasi

Pidato Informasi adalah pidato yang dilakukan dengan tujuan menginformasikan, memberitahukan, atau menjelaskan sesuatu. Suasana yang serius dan tertib benar-benar dibutuhkan pada jenis pidato ini, perhatian akan dipusatkan pada pesan yang akan disampaikan. Dalam hal ini, orang yang berpidato haruslah orang yang dapat berbicara dengan jelas, sistematis, dan tepat isi agar informasi yang disampaikan benar-benar terjaga keakuratannya. Dengan demikian, pendengar akan berusaha menangkap informasi dengan sungguh-sunguh.

Contoh pidato informasi 

Beberapa contoh pidato informasi antara lain: (a) pidato Ketua Umum Pemilu tentang hasil pemilihan suara; dan (b) pidato Mensekneg sehabis sidang kabinet.

2. Pidato Persuasi

Pidato Persuasi adalah pidato yang bertujuan menyakinkan pendengar tentang sesuatu. Pada jenis pidato ini, orang yang berpidato benar-benar dituntut memiliki keterampilan berbicara yang baik, karena bertugas untuk mengubah sikap pendengarnya dari tidak setuju menjadi setuju, dan tidak mau membantu menjadi mau membantu, dari tidak percaya menjadi percaya. Dalam pidato ini, si pembicara atau orang yang berpidato harus melandaskan isi pembicaraannya pada argumentasi yang nalar, logis, masuk akal, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Contoh pidato persuasi

Beberapa contoh pidato persuasi antara lain: (1) pidato pimpinan partai di daerah yang kurang menyenangi partai tersebut; (2) pidato pimpinan BRI pada masyarakat yang lebih senang berhubungan dengan tengkulak; atau (3) pidato calon kepala desa di daerah yang massanya belum simpati kepadanya.

3. Pidato Aksi

Pidato Aksi adalah pidato yang bertujuan untuk menggerakkan. Pidato aksi memiliki persamaan dengan pidato persuasi. Perbedaannya pada pidato persuasi hasil yang diharapkan ditujukan pada kepentingan pribadi atau lembaga, sedangkan pidato aksi bertujuan untuk mencapai tujuan bersama. Pada pidato jenis ini, orang yang berpidato haruslah orang yang berwibawa, tokoh idola, atau panutan masyarakat yang memiliki keterampilan berbicara dan pandai membangkitkan semangat.

Contoh pidato aksi

Beberapa contoh pidato aksi antara lain: (1) pidato presiden Soekarno pada saat menggerakkan rakyat Indonsia untuk tetap memiliki semangat dalam berjuang melawan penjajah; atau (2) pidato Bung Tomo saat menggerakkan para pemuda dengan cara membangkitkan semangat juang mereka pada Peristiwa 10 November 1945 di Surabaya.

Itulah beberapa macam pidato dan contoh pidato. Nah setelah mengetahui macam-macam pidato dan contoh pidato selanjutnya adalah mempersiapkan pidato agar pidato kita berjalan lancar.

Persiapan yang dilakukan sebelum Pidato

Untuk mempersiapkan sebuah pidato yang baik, perlu diperhatikan tujuh langkah. Tujuh langkah dalam mempersiapkan pidato tersebut yaitu :

  1. merumuskan tujuan pidato;
  2. menganalisis pendengar dan situasi;
  3. memilih dan menyampaikan topik;
  4. mengumpulkan bahan.
  5. membuat kerangka;
  6. menguraikan isi pidato secara terperinci; dan
  7. berlatih dengan suara nyaring.

Ketujuh langkah persiapan pidato tersebut dapat dikelompokkan menjadi tiga kegiatan, yaitu:

  1. meneliti masalah, yang terdiri atas langkah-langkah (1), (2), dan (3);
  2. menyusun atau menulis naskah pidato, yang terdiri atas langkah-langkah (4), (5), dan (6);
  3. latihan oral, yaitu langkah (7).

Urutan kelompok kegiatan dalam persiapan pidato tersebut di atas tidak boleh diubah. Perubahan urutan dalam hal ini hanya dimungkinkan mengubah urutan langkah yang terdapat pada tipe kelompok, misalnya kelompok kegiatan (1) yang seharusnya terdiri atas kegiatan a, b, dan c, menjadi kegiatan b, a kemudian c, begitu pula pada kelompok kegiatan (2).

Nah demikianlah beberapa hal mengenai macam-macam pidato beserta contoh pidato, semoga bermanfaat.

Klasifikasi Media Pembelajaran

Klasifikasi Media Pembelajaran

Proses belajar mengajar pada hakikatnya adalah suatu proses komunikasi, yaitu proses penyampaian pesan (isi atau materi ajar) dari sumber pesan melalui saluran/media tertentu ke penerima pesan (siswa/pebelajar atau mungkin juga guru). Penyampaian pesan ini bisa dilakukan melalui simbul-simbul komunikasi berupa simbul-simbul verbal dan non-verbal atau visual, yang selanjutya ditafsirkan oleh penerima pesan (Criticos, 1996).

Oleh karena itu dalam menyampaikan pesan (isi atau materi ajar) agar lebih dapat diterima oleh peserta didik atau siswa hendaknya menggunakan media pembelajaran. Diharapkan dengan pemanfaatan sumber belajar berupa media pembelajaran, proses komunikasi dalam kegiatan belajar mengajar berlangsung lebih efektif (Gagne, 1985) dan efisien.

Pengertian media masih sering dikacaukan dengan peralatan. Media atau  bahan adalah perangkat lunak berisi pesan atau informasi pendidikan biasanya  disajikan dengan menggunakan peralatan. Sedangkan peralatan atau perangkat keras sendiri merupakan sarana untuk menampilkan pesan yang terkandung pada media tersebut.

Macam-macam klasifikasi media pembelajaran

Berbagai cara dapat dilakukan untuk mengklasifikasi dan mengidentifikasi media. Menurut bentuk informasi yang digunakan, anda dapat memisahkan dan mengklasifikasi media penyaji dalam lima kelompok besar, yaitu media visual diam, media visual gerak, media audio, media audio visual diam, dan media audio visual gerak. Klasifikasi media ini dapat menjadi landasan untuk membedakan proses yang dipakai untuk menyajikan pesan, bagaimana suara dan atau gambar itu diterima, apakah melalui penglihatan langsung, proyeksi optik, proyeksi elektronik atau telekomunikasi.

Sementara Edgar Dale mengadakan klasifikasi media pembelajarn menurut tingkat dari yang paling konkrit sampai yang paling abstrak.

Klasifikasi Media Pembelajaran
Klasifikasi Media Pembelajaran Edgar Dale

Klasifikasi tersebut kemudian dikenal dengan nama “kerucut pengalaman” dari Edgar Dale dan dianut secara luas dalam menentukan media, alat bantu serta alat peraga yang paling sesuai untuk pengalaman belajar.

Klasifikasi media pembelajaran menurut pakar :

1. Klasifikasi media pembelajaran menurut Azhar Arshad

Klasifikasi sumber belajar tidak jauh berbeda dengan bentuknya. Klasifikasi sumber belajar menurut Degeng dalam Azhar Arshad (2006) adalah sebagai berikut:

  1. Pesan (Apa informasi yang ditransmisikan?)
  2. Orang (Siapa/Apakah yang melakukan transmisi?)
  3. Bahan (Siapa/Apakah yang menyimpan informasi?)
  4. Alat (Siapa/Apakah yang menyimpan informasi?)
  5. Teknik (Bagaimana informasi itu ditransmisikan?)
  6. Lingkungan/Latar (Di mana ditransmisikan?)

2. Klasifikasi media pembelajaran menurut Rudy Bretz

Rudy Bretz, mengklasifikasikan media berdasarkan unsur pokoknya yaitu suara, visual (berupa gambar, garis, dan simbol), dan gerak. Di samping itu juga, Bretz membedakan antara media siar (telecommunication) dan media rekam (recording). Dengan demikian, media menurut taksonomi Bretz dikelompokkan menjasi 8 kategori: 1) media audio visual gerak, 2) media audio visual diam, 3) media audio semi gerak, 4) media visual gerak, 5) media visual diam, 6) media semi gerak, 7) media audio, dan 8) media cetak.

3. Klasifikasi media pembelajaran menurut Sudjana dan Ahmad Rifa’i

Sudjana dan Ahmad Rifa’i membedakan atau mengklasifikasikan media ke dalam empat kelompok, yaitu media grafis (dua dimensi), misalnya gambar, foto, dan grafik. Media tiga dimensi, misalnya model susun dan model kerja. Media proyeksi, misalnya OHP dan media lingkungan (alam).

4. Klasifikasi media pembelajaran menurut R. Murry Thomas

Menurut R. Murry Thomas media diklasifikasikan berdasarkan jenjang pengalaman , yaitu: (1) Pengalaman dari benda asli (reliefe experience), misalnya bola. (2) Pengalaman dari benda tiruan (sudstitude of reliefe experience) misalnya gambar dan foto. (3) Pengalaman dari kata-kata (word only), misalnya buku dan program radio.

5. Klasifikasi media pembelajaran menurut Soeparno

  • Klasifikasi media berdasarkan karakteristiknya, dibedakan menjadi: (a) media yang memiliki karakteristik tunggal, misalnya radio. (b) media yang memiliki karakteristik  ganda, misalnya film dan TV.
  • Klasifikasi media berdasarkan dimensi presentasi, yang dibedakan menjadi:  (a) Lama presentasi yaitu presentasi sekilas, misalnya TV, dan presentasi tak sekilas, misalnya OHP. (b) sifat presentasi yaitu presentasi kontinyu, misalnya TV, dan presentasi tak kontinyu, misalnya OHP.
  • Klasifikasi media berdasarkan pemakainya, dapatdibedakan menjadi (a) berdasarkan jumlah pemakai, yaitu media untuk kelas besar, kelas kecil, dan belajar individual, (b) berdasarkan usia dan tingkat pendidikan pemakai, yaitu media untuk TK, SD, SMP, SMU, dan PT.

Sebenarnya masih banyak lagi klasifikasi media pembelajaran yang sudah diungkap oleh pakar, namun mungkin hanya itu saja yang dapat saya uraikan disini. Mudah-mudahan lain waktu saya dapat berbagi lagi tentang klasifikasi media pembelajaran yang lain.

Tujuan Pendidikan Nasional

Tujuan Pendidikan Nasional

Tujuan Pendidikan Nasional adalah mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia Indoensia seutuhnya, yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur, memiliki pengetahuan dan keterampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap dan mandiri serta rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan.

Dengan adanya pendidikan, maka akan timbul dalam diri seseorang untuk berlomba-lomba dan memotivasi diri kita untuk lebih baik dalam segala aspek kehidupan. Pendidikan merupakan salah satu syarat untuk lebih memajukan pemrintah ini, maka usahakan pendidikan mulai dari tingkat SD sampai pendidikan di tingkat Universitas.

Pada intinya pendidikan itu bertujuan untuk membentuk karakter seseorang yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Akan tetapi disini pendidikan hanya menekankan pada intelektual saja, dengan bukti bahwa adanya UN sebagai tolak ukur keberhasilan pendidikan tanpa melihat proses pembentukan karakter dan budi pekerti anak.

Tujuan Pendidikan Nasional

Tujuan Pendidikan Nasional dalam UUD 1945 (versi Amandemen)

  1. Pasal 31, ayat 3 menyebutkan, “Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional, yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta ahlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, yang diatur dengan undang-undang.”
  2. Pasal 31, ayat 5 menyebutkan, “Pemerintah memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan menunjang tinggi nilai-nilai agama dan persatuan bangsa untuk kemajuan peradaban serta kesejahteraan umat manusia.”

Tujuan Pendidikan Nasional dalam Undang-Undang No. 20, Tahun 2003

Jabaran UUD 1945 tentang pendidikan dituangkan dalam Undang-Undang No. 20, Tahun 2003. Pasal 3 menyebutkan, “Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.”

Tujuan Pendidikan Menurut UNESCO

Dalam upaya meningkatkan kualitas suatu bangsa, tidak ada cara lain kecuali melalui peningkatan mutu pendidikan. Berangkat dari pemikiran itu, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melalui lembaga UNESCO (United Nations, Educational, Scientific and Cultural Organization) mencanangkan empat pilar pendidikan baik untuk masa sekarang maupun masa depan, yakni: (1) learning to Know, (2) learning to do (3) learning to be, dan (4) learning to live together. Dimana keempat pilar pendidikan tersebut menggabungkan tujuan-tujuan IQ, EQ dan SQ.

 Demikianlah beberapa hal mengenai tujuan pendidikan nasional, semoga bermanfaat.

Pengertian Pendidikan Karakter

Pengertian Pendidikan Karakter Menurut Ahli

Penguatan pendidikan moral (moral education) atau pendidikan karakter (character education)  dalam konteks sekarang sangat relevan untuk mengatasi krisis moral yang sedang melanda di negara kita. Krisis tersebut antara lain berupa meningkatnya pergaulan bebas, maraknya angka kekerasan anak-anak dan remaja, kejahatan terhadap teman, pencurian remaja, kebiasaan menyontek, penyalahgunaan obat-obatan, p0rn0grafi, dan perusakan milik orang lain sudah menjadi masalah sosial yang hingga saat ini belum dapat diatasi secara tuntas, oleh karena itu betapa pentingnya pendidikan karakter.

Menurut Lickona, karakter berkaitan dengan konsep moral (moral knonwing), sikap moral (moral felling), dan perilaku moral (moral behavior). Berdasarkan ketiga komponen ini dapat dinyatakanbahwa karakter yang baikdidukung oleh pengetahuan tentang kebaikan, keinginan untuk berbuat baik, dan melakukan perbuatan kebaikan. Bagan dibawah ini merupakan bagan kterkaitan ketiga kerangka pikir ini.

 Pengertian Pendidikan Karakter Menurut Ahli

Gambar: Keterkaitan antara komponen moral dalam rangka pembentukan 

Karakter yang baik menurut Lickona

 

Pengertian Pendidikan Karakter Menurut Ahli

1.  Pendidikan Karakter Menurut Lickona

Secara sederhana, pendidikan karakter dapat didefinisikan sebagai segala usaha yang dapat dilakukan untuk mempengaruhi karakter siswa. Tetapi untuk mengetahui pengertian yang tepat, dapat dikemukakan di sini definisi pendidikan karakter yang disampaikan oleh Thomas Lickona. Lickona menyatakan bahwa pengertian pendidikan karakter adalah suatu usaha yang disengaja untuk membantu seseorang sehingga ia dapat memahami, memperhatikan, dan melakukan nilai-nilai etika yang inti.

2.  Pendidikan Karakter Menurut Suyanto

Suyanto (2009) mendefinisikan karakter sebagai cara berpikir dan berperilaku yang menjadi ciri khas tiap individu untuk hidup dan bekerja sama, baik dalam lingkup keluarga, masyarakat, bangsa, maupun  negara.

3.  Pendidikan Karakter Menurut Kertajaya

Karakter adalah ciri khas yang dimiliki oleh suatu benda atau individu. Ciri khas tersebut adalah asli dan mengakar pada kepribadian benda atau individu tersebut, serta merupakan “mesin” yang mendorong bagaimana seorang bertindak, bersikap, berucap, dan merespon sesuatu (Kertajaya, 2010).

4.  Pendidikan Karakter Menurut Kamus Psikologi

Menurut  kamus psikologi, karakter adalah kepribadian ditinjau dari titik tolak etis atau moral, misalnya kejujuran seseorang, dan biasanya berkaitan dengan sifat-sifat yang relatif tetap (Dali Gulo, 1982: p.29).

Nilai-nilai dalam pendidikan karakter

Ada 18 butir nilai-nilai pendidikan karakter yaitu , Religius, Jujur, Toleransi, Disiplin, Kerja Keras, Kreatif, Mandiri, Demokratis, Rasa Ingin Tahu, Semangat Kebangsaan, Cinta tanah air, Menghargai prestasi, Bersahabat/komunikatif,Cinta Damai, Gemar membaca, Peduli lingkungan, Peduli social, Tanggung jawab.

Lebih jelas tentang nilai-nilai pendidikan karakter dapat di lihat pada bagan dibawah ini

nilai-nilai pendidikan karakter

18 Nilai Pendidikan Karakter

Pendidikan karakter telah menjadi perhatian berbagai negara dalam rangka mempersiapkan generasi yang berkualitas, bukan hanya untuk kepentingan individu warga negara, tetapi juga untuk warga masyarakat secara keseluruhan. Pendidikan karakter dapat diartikan sebagai the deliberate us of all dimensions of school life to foster optimal character development (usaha kita secara sengaja dari seluruh dimensi kehidupan sekolah/madrasah untuk membantu pembentukan karakter secara optimal.

Pendidikan karakter memerlukan metode khusus yang tepat agar tujuan pendidikan dapat tercapai. Di antara metode pembelajaran yang sesuai adalah metode keteladanan,  metode pembiasaan, dan metode pujian dan hukuman.

Nah demikianlah beberapa pengertian pendidikan karakter menurut para ahli, semoga bermanfaat.